Tangkapan Nelayan Berkurang, Banyak Plastik daripada Ikan -->

Tangkapan Nelayan Berkurang, Banyak Plastik daripada Ikan

Selasa, 17 Maret 2020, 22:42
Nelayan maelo pukek. (foto ist)

Padang, Rakyatterkini - Sampah plastik merusak lingkungan dan ekosistem laut, karena menutupi terumbu karang. Akibatnya biota ikan akan berkurang. Begitu pula udang tidak bisa berkembang, karena dasar laut kotor.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, Ir. Yosmeri menuturkan banyaknya sampah-sampah plastik di laut, berpengaruh pada hasil tangkapan nelayan, terutama yang masih memakai alat tradisional pukek atau jaring.

"Kini hasil pukek nelayan, lebih banyak sampah daripada ikan, "ujar Yosmeri, pada Rakyatterkini.com, Rabu (17/3/2020).

Ini disebabkan, sampah plastik banyak di tengah laut. Terumbu karang akan tertutup plastik yang akhirnya mati. Begitu pula biota ikan akan berkurang, udang-udang tidak bisa berkembang karena dasar laut kotor.

Untuk itu diimbau masyarakat dan warga yang tinggal di pinggir aliran sungai, jangan membuang sampah ke sungai, apalagi sampah plastik, sebab ini akan merusak ekositem laut serta pencemaran lingkungan.

Sekaitan dengan banyaknya sampah di aliran sungai itu, DKP akan melakukan gotong royong untuk memungut sampah yang ada di sungai, dengan melibatkan semua warga di bantaran sungai, nelsyam serta OPD terkait.

"Sampah-sampah itu akan kita pungut, kasihan kita nelayan, hasil tangkapannya lebih banyak sampah daripada ikan, "ujar Yosmeri. (hms-sumbar)

TerPopuler