Menangkap Ikan dengan Sentrum Dapat Dipidana

Menangkap Ikan dengan Sentrum Dapat Dipidana

Kamis, 19 Maret 2020, 11:26
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Ir. Yosmeri. (foto ist)

Padang, Rakyatterkini - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, Ir. Yosmeri mengimbau masyarakat dan pencari ikan di beberapa sungai di Sumatera Barat, agar tidak mengunakan sentrum, karena akan merusak perkembangan populasi ikan.

"Saya imbau pencari ikan, agar tidak mengunakan sentrum, karena alat penangkap ikan itu termasuk yang dilarang, "ujar Kadis DKP Sumbar, Ir. Yosmeri, kepada rakyatterkini.com, Rabu (18/3/2020).

Selain dilarang, pelaku juga dapat dipidana, karena penyetruman ikan membahayakan ekosistem karena aliran listrik dapat mematikan ikan-ikan kecil yang ada di sekitarnya. Bahkan, si pencari ikan juga terancam tersengat aliran listrik dari alat yang dibawanyanya itu.

Selain itu mencari ikan dengan setrum juga dapat memicu konflik sosial, sebab ada saja warga yang marah sehingga timbul perselisihan.

Diakui, menangkap ikan dengan menggunakan alat setrum dilarang dalam Pasal 84 ayat 1 dan Pasal 86 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan junto Pasal 100 B Undang-Undang RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2009 tentang Perikanan. Pelaku dapat diancam dengan hukuman lima tahun penjara.

"Kita mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyentrum ikan di sungai, sebab itu termasuk pelanggaran dan dapat dipidana, "ujar Yosmeri.

Pemerintah, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan bersama elemen masyarakat yang peduli lingkungan sudah berupaya untuk memulihkan keberadaan ikan garing di beberapa sungai di Sumatera Barat. Salah satunya dengan cara restoking (menebarkan kembali) bibit ikan. (hms-sumbar)

TerPopuler