Dukung Pariwisata, Balitbang Gelar Bimtek Inovasi Cenderamata Berbahan Resin

Dukung Pariwisata, Balitbang Gelar Bimtek Inovasi Cenderamata Berbahan Resin

Kamis, 19 Maret 2020, 17:02
Wawako Solok, Reinier, Kepala Balitbang Provinsi Rety Wafda dan Kepala Balitbang Kota Solok  foto bersama peserta bimtek. (foto humas)

Solok, Rakyatterkini - Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Sumatera Barat, bekerja sama dengan Balitbang Kota Solok dan Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang mengadakan bimbingan teknis (Bimtek).

Bimtek dengan tema 'Penerapan Inovasi dan Teknologi Diversifikasi Cenderamata Berbahan Resin' digelar di aula Balitbang Kota Solok. Kegiatan itu berlangsung selama dua hari, 19 – 20 Maret 2020.

Kepala Balitbang Sumatera Barat, Rety Wafda, menuturkan Bimtek dilaksanakan empat kali pertemuan, dimana pertemuan ketiga dan empat (selama dua hari) dilaksanakan di Kota Solok.

Dihadiri sebanyak 25 orang, dengan usia maksimal 40 dan dilatih oleh Ahmad Bahrudin, Kepala Program Studi Griya Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang.

Tujuan Bimtek, selain memberikan keterampilan terhadap teknologi berbahan resin, juga untuk menumbuhkembangkan inovasi dan teknologi berbahan resin.

Keterampilan ini merupakan peluang usaha pasar cenderamata dengan berbahan baku resin, seiring dengan meningkatnya pariwisata di wilayah Sumatera Barat.

Dikatakan Rety Wafda, Bimtek ini merupakan pengembangan dalam bentuk penerapan penelitian yang telah dilakukan oleh ISI Padang Panjang. Salah satunya adalah karya seni kreatif dengan bahan baku resin yang cocok untuk mendukung industri pariwisata.

Rety mengungkapkan teknik resin ini bisa menjadi alternatif mata pencaharian yang memanfaatkan bahan-bahan lokal (bunga, daun, buah atau serangga) dibentuk menjadi mainan kunci, pigura foto bahkan meja.

Ia pun berharap para peserta Bimtek nantinya bisa membentuk kelompok, agar pembinaan selanjutnya bisa dilakukan.

Sementara Wakil Walikota Solok, Reinier menuturkan penerimaan PNS saat ini sengaja dibatasi agar anggaran tidak hanya untuk penggunaan rutin saja, tetapi sudah bisa dialihkan untuk kegiatan produktif seperti bimtek sekarang.

Selanjutnya ia pun meminta para peserta dapat menimba ilmu dan mengikuti bimtek dengan serius dan mengembangkan inspirasi lewat internet. Perlu keinginan dan ketekunan dalam bentuk kegigihan agar keterampilan bisa berbuah menjadi penghasilan.

Untuk pemasaran produk nantinya, Reinier meminta Bappeda, Dinas Pariwisata dan Dinas Perdagangan bisa mendampingi para peserta untuk menempuh tahap selanjutnya.

Disebutkan, kantor walikota lewat koordinasi Dinas Perdagangan memberi tempat untuk memajang produk kerajinan masyarakat Kota Solok.

Rienier juga melihat wilayah pinggiran sekitar Masjid Agung Kota Solok potensial dijadikan sebagai tempat untuk pemasaran karya kreatif masyarakat Kota Solok. (rel)

TerPopuler