Pria Asal Klaten Dikukuhkan Jadi Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Mesin UMS‎

Pria Asal Klaten Dikukuhkan Jadi Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Mesin UMS‎

Sabtu, 08 Februari 2020, 14:41
Prof. Sarjito. (foto ist)

Klaten, Rakyatterkini - Prof. Sarjito, MT, PhD, IPM dikukuhkan menjadi guru besar ke-30 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (8/2/2020).

Pria asal Klaten itu menjadi guru besar bidang Ilmu Teknik Mesin, UMS setelah menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Peran Komputasi dan Simulasi Numerik Untuk Peningkatan Efisiensi Dalam Pemanfaatan Energi".

Prof. Sarjito menjadi guru besar ketiga yang berasal dari Klaten menyusul guru besar lainnya, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, MCom ‎dan Prof. Dr.Wisnu Untoro, MM, keduanya dosen di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Dalam orasi ilmiahnya  Prof. Sarjito mengatakan, dalam sebuah penelitian dibutuhkan prototype dengan dimensi besar seukuran benda aslinya. Hal tersebut tentu memerlukan bahan yang mahal dan tingkat kesulitan yang  tinggi.

Menurut Prof. Sarjito, karena itu penting dikembangkan sistem komputasi dan simulasi numerik.

"Melalui sistem tersebut dipercaya akan mampu mengurangi trial dan error yang biasa terjadi dalam riset," katanya kepada wartawan beberapa hari lalu.

Sedangkan dari simulasi numerik, peneliti bisa melihat variabel yang ingin dihasilkan menyerupai hasil eksperimen.

"Untuk melihat proses penguapan semprotan air dengan model matematik dan menyimulasikannya akan diperoleh pengamatan laju penguapan semprotan air, kecepatan, dan data lainnya," katanya.

Menurut Prof. Sarjito, dengan komputasi, senyawa pembakaran bahan bakar juga bisa disimulasikan secara numerik. Juga simulasi numerik emisi gas hasil pembakaran. Dengan metode ini sudah bisa dilakukan secara komputasi.

Bahkan menurut Prof. Sarjito, melalui simulasi numerik istilah gagal produk, gagal desain, dan kegagalan lain bisa diantisipasi dengan melihat hasilnya.

"Dalam penelitian ini kami merekomendasikan para peneliti secara bertahap dan sistematik untuk meningkatkan penggunaan pendekatan baru ini," ujarnya.

Prof. Sarjito menambahkan, karena relatif cepat dan cost effective untuk pengembangan energi, maka sistem komputasi dan simulasi numerik saat ini diperlukan untuk penelitian energi pengganti fosil.

"Saat ini masih tergantung dengan bahan bakar fosil yang tak terbarukan. Sehingga dibutuhkan upaya untuk meningkatkan efisiensi energi," jelasnya.

Prof. Sarjito mengatakan, saat ini pemerintah sedang berusaha untuk melakukan  konservasi energi melalui diversifikasi energi yang mendukung energi baru terbarukan.

"Pencarian alternatif energi dan peningkatan efisiensi energi melalui komputasi dan simulasi numerik akan mendukung pemanfaatan perangkat keras dan perangkat lunak untuk efisiensi penggunaan energi secara luas," pungkasnya. (cahyo)


TerPopuler