Polda Sumbar Tingkatkan Kawaspadaan, Terkait Serangan Teroris di Riau

Polda Sumbar Tingkatkan Kawaspadaan, Terkait Serangan Teroris di Riau

Jumat, 07 Februari 2020, 17:22
Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Toni Harmanto. (foto ist)

Padang, Rakyatterkini - Polda Sumbar tingkatkan kewaspadaan dan pengamanan markas komando (Mako) serta lokasi keramaian lainnya, terkait ditangkap dan ditembak mati seorang terduga teroris di Pelalawan, Riau.

Selain, pengamanan markas komando, pengawasan dan pengamanan juga dilakukan terhadap personel kepolisian sendiri, sebab dalam kejadian di Pelalawan, seorang polisi luka-luka terhadap serangan bom teroris tersebut.

Penekanan itu disampaikan Kapolda Irjen Pol. Toni Harmanto pada pejabat utama, Kasatwil dan seluruh personel kepolisian agar tetap waspada, baik sedang bertugas di Mako maupun di lokasi lainnya.

"Ya, itu instruksi Pak Kapolda agar meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan terhadap Mako maupun personel sendiri, "ujar Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Satake Bayu, Jumat (7/2) sore.

Tidak saja kewaspadaan dalam pengamanan Mako, diminta juga kepekaan terhadap situasi lingkungan sekitar, jika ada melihat orang yang dicurigai agar cepat berkordinasi dengan komando.

Serangan terduga teroris yang diduga dari jaringan Jemaah Ansharut Daulah Jambi, melemparkan bom pipa ke arah Anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri dan Polda Riau, saat hendak ditangkap.

Pelaku warga Padang Lamo, Desa Teluk Pandan Rambahan, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo Ulu, Jambi, ini tewas usai dilumpuhkan dengan timah panas.

Sedangkan, seorang anggota polisi berpangkat AKP, mengalami luka-luka akibat lemparan bom pipa yang dibawa terduga pelaku kriminal tersebut.

Peristiwa tersebut terjadi pada sekitar pukul 18.25 WIB, Kamis (6/2), di Desa Tolam, Kecamatan Bunut, berbatasan dengan SP ll, Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Terduga teroris itu berinisial WF (29) alias Ibnu Thayyi.

Menurut informasi, pelaku menumpang kapal ponton pengangkut kayu yang melintas dari Sungai Kampar, Desa Tolam, Kecamatan Bunut. Namun, pergerakan WF ternyata sudah terpantau Tim Densus 88. Densus 88 kemudian mengepung kapal ponton yang ditumpangi WF.

Diperkirakan eksekusi terjadi di tengah Sungai Kampar yang berbatasan langsung dengan laut. (gp)

TerPopuler