Perusakan Tempat Ibadah Perbuatan Kriminal, Forum Umat Beragama Sumbar Minta Masyarakat Tenang

Perusakan Tempat Ibadah Perbuatan Kriminal, Forum Umat Beragama Sumbar Minta Masyarakat Tenang

Minggu, 02 Februari 2020, 20:16
Ketua Forum Umat Beragama Sumbar, Yulius Said, didampingi Direktur Binmas Polda Sumbar, Kombes Nasrun Fahmi. (foto gp/rakyatterkini)

Padang, Rakyatterkini - Ketua Forum Umat Beragama Sumbar, Yulius Said meminta masyarakat agar tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak benar, karena akan merusak kerukunan umat beragama.

Imbauan itu disampaikan sekaitan adanya tindakan perusakan tempat ibadah di Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Dikatakan, tindakan perusakan rumah ibadah itu merupakan tindakan kriminal. Pihaknya sangat menyayangkan peristiwa ini terjadi dan meminta aparat kepolisian menindak tegas pelaku. Begitu juga pelaku penyebaran videonya juga harus ditindak tegas.

"Perusakan itu, perbuatan kriminal. Rumah ibadah dibuat dengan susah payah, lalu dirusak. Itu salah," kata Yulius di Masjid Raya Sumbar, Minggu (2/2/2020).

Ia juga menyayangkan pemberitaan pengerusakan ini sangat cepat beredar di media sosial. Padahal, masalah umat beragama sangat sensitif.

Yulius meminta kepada masyarakat Sumbar jangan sampai terprovokasi. Biarkan pihak kepolisian melakukan penindakan secara hukum terhadap para pelaku.

"Saya imbau kepada saudara kita baik agama Islam maupun non muslim, kita sudah sangat rukun dan aman serta tentram. Kita tidak pernah terjadi apa-apa kalau tidak diprovokasi orang lain," jelasnya.

Dikatakan, toleransi umat di agama Islam sangat tinggi. Hal ini terlihat jelas dan diterapkan dalam menunaikan salat.

Selesai salat itu ditutup dengan salam, mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri. Jadi tidak pernah ada suatu prasangka yang tidak baik, katanya.

Sementara, Direktur Binmas Polda Sumbar, Kombes Pol Nasrun Fahmi menuturkan kasus perusakan rumah ibadah ini telah ditanggani pihak kepolisian setempat.

"Yang perlu kita jaga di Sumbar adalah sikap toleransi umat beragama. Kejadian di Minahasa telah ditegaskan itu perusakan, bukan konflik antar umat beragama," tegasnya.

Nasrun berharap, masyarakat Sumbar tidak terprovokasi atas kejadian ini. Begitupun, adanya kelompok tertentu yang membuat kekacauan pascainsiden pengerusakan rumah Ibadah.

"Kasus itu sudah tahap penyelidikan. Harapan kita, masyarakat Sumbar tidak terprovokasi oleh kelompok tertentu yang ingin menimbulkan kekacauan dengan insiden ini," kata Fahmi. (gp)

TerPopuler