Korban Prostitusi Online Ditangguhkan Penahanannya -->

Korban Prostitusi Online Ditangguhkan Penahanannya

Sabtu, 08 Februari 2020, 15:32
Kombes Pol. Satake Bayu. (foto rakyatterkini)

Padang, Rakyatterkini - Korban prostitusi online yang ditangkap Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Sumbar beberapa waktu lalu, berinisial NM, ditangguhkan penahanannya oleh aparat kepolisian, setelah mendapat jaminan dari pihak keluarga dan pendamping hukumnya.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol. Satake Bayu membenarkan adanya penangguhan penahanan terhadap korban prostitusi online tersebut. "Iya, ada penangguhan penahanan, setelah adanya jaminan dari pihak keluarga dan pendamping hukum, 'ujar Satake.

Meskipun ditangguhkan penahanannya, NM wajib lapor dan kasusnya tetap lanjut.

Wanita muda itu sebelumnya ditangkap Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Sumbar di sebuah hotel berbintang di Padang, Minggu (26/1). Dalam pengerebekan itu, polisi mengamankan seorang wanita dan mucikari.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol. Satake Bayu mengatakan lokasi praktik prostitusi itu digerebek setelah mendapat laporan dari masyarakat. Hingga senja kemarin, penyidik Cyber Dirreskrimsus masih memintai keterangan kedua pelaku, yakni NM (wanita) dan AS, 24 yang diduga sebagai mucikari.

Dikatakan, praktik prostitusi online itu menggunakan media sosial aplikasi MiChat dengan akun VIE dan Tari. Jika ingin mendapatkan wanita-wanita muda, cukup membuka aplikasi tersebut.

Praktik itu terbongkar, setelah salah seorang warga memesan seorang wanita melalui aplikasi MiChat akun Tari.  Setelah harga disepakati yakni, Rp800 ribu pemesan langsung menuju hotel tersebut.

Tidak berapa lama kemudian, datang petugas dari Tim Cyber Polda Sumbar melakukan pengerebekan dan mengamankan dua  orang. “Keduanya masih dalam pemeriksaan, “ ujar Satake.

Untuk membongkar jaringan praktik prostitusi online tersebut, Tim Cyber di bawah komando Kompol Andi Sentosa bersama tim mendatangi hotel tersebut dan menyita barang bukti, untuk penyelidikan selanjutnya.

“Penyidik sedang menangani kasus itu, siapa-siapa saja pelaku yang memesan wanita di aplikasi itu, “kata Satake. (gp)

TerPopuler