Kades Berhentikan Enam Kepala Dusun, Bupati: Kepala Desa Tidak Boleh Semena-mena

Kades Berhentikan Enam Kepala Dusun, Bupati: Kepala Desa Tidak Boleh Semena-mena

Kamis, 13 Februari 2020, 13:16
Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet. (foto jaibi)

Mentawai, Rakyatterkini - Kepala Desa Katurei diduga melakukan pemberhentian enam kepala dusun dan satu anggota BPD. Pemecatan dilakukan tanpa mengikuti prosedur dan aturan yang berlaku.

Adapun enam kepala dusun yang diberhentikan itu, yakni Kepala Dusun Makakaddut, Atateitei, Tiop, Magilik, Toloulaggo, Malilimok serta ditambah satu orang BPD setempat.

Pemberhentian sepihak tersebut belum diketahui secara jelas apa motif dibalik terjadinya pemberhentian perangkat desa tersebut. Apakah kades belum memahami mekanisme dan tata cara pergantian perangkat desa atau ada motif politik.

Namun secara mekanisme dalam melakukan pengangkatan perangkat desa harus melalui tim seleksi dan rekomendasi dari camat termasuk pemberhentiannya pun tidak asal copot saja. Kades harus membaca aturan. Jika tidak sesuai prosedur, maka kades akan menerima sanksi mulai dari peringatan, bisa juga pemberhentian sementara bahkan permanen.

Saat dikonfirmasi ke Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet merasa terkejut mendengar pemberhentian yang dilalukan kepala desa tersebut.

"Saya belum tahu apa yang terjadi, namun kalau terjadi pemberhentian terhadap perangkat desa, seharusnya dikordinasikan ke Badan Permusayawaran Desa (BPD). Kewenangan Bupati mengeluarkan SK nya, namun harus ada rekomendasi camat, "ujar bupati, Kamis (13/2/2020).

"Secara pribadi saya belum tahu apakah sudah diketahui camat atau belum, namun yang pastinya harus diketahui oleh BPD setempat, pemberhentian bukan semata-mata kewenangan mutlak kepala Ddesa," tegas Yudas.

Merujuk pada aturan, apabila itu terjadi pemberhentian kepala dusun tanpa rekomendasi camat, maka kepala desa telah menyalahgunakan wewenang melanggar ketentuan Undang-Undang Desa Nomor 6Tahun 2014 dan Permendagri Nomor 83 Tahun 2015 atau yang diubah menjadi Permendagri Nomor 67 Tahun 2017. (jaibi)

TerPopuler