Dinyatakan Sehat, WNI dari China Diterbangkan ke Natuna dengan Pesawat Militer

Dinyatakan Sehat, WNI dari China Diterbangkan ke Natuna dengan Pesawat Militer

Minggu, 02 Februari 2020, 10:40
WNI dari Wuhan tiba di Batam dan diterbangkan ke Natuna dengan pesawat militer. (foto tribunews)

Batam, Rakyatterkini - Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan dan sejumlah kota di Provinsi Hubei, China, telah dipulangkan ke Indonesia.

Ratusan WNI tersebut mendarat di Bandara Hang Nadim Batam, Minggu (2/2/2020) pagi dengan pesawat Batik Air.

Selanjutnya, mereka akan menjalani pemeriksaan untuk kemudian diterbangkan dengan pesawat militer ke Kabupaten Natuna guna melakukan proses observasi.

Kabid Humas Polda Kepulauan Riau, Kombes Harry Goldenhardt mengatakan proses dialog telah dilangsungkan bersama pihak Kabupaten Natuna, TNI, BPBD, hingga Tim Kesehatan sejak Sabtu (1/2/2020).

Harry pun menegaskan sejumlah WNI dari China yang baru saja tiba di Indonesia tersebut telah menjalani pemeriksaan kesehatan saat akan diberangkatkan ke Indonesia.

Ia juga memastikan para WNI tersebut dalam kondisi yang sehat.

"Saya juga ingin mengimbau pada masyarakat bahwa mari kita sama-sama ingat, mereka warga negara kita juga, saudara-saudara kita," tutur Harry sebagaimana dikutip dari Tribunnews.

"Mereka pada saat diberangkatkan dari Wuhan sudah melakukan pemeriksaan kesehatan dan mereka dinyatakan sehat," lanjutnya.

Kepala Bidang Karantina dan Surveline Epidemiologi Kota Batam, Romer Simanungkalit mengatakan, sejauh ini pihak KKP sudah siap menyambut WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China, pasca-penyebaran virus corona.

Ia memperkirakan proses pemeriksaan sejumlah WNI yang baru tiba di Hang Nadim untuk kemudian diterbangkan ke Kabupaten Natuna, memakan waktu hingga 1 jam.

“Itu perkiraan kami saja, ya mudah-mudahan bisa lebih cepat," kata Romer di VIP Hang Nadim, seperti yang diberitakan Kompas.com, Sabtu (1/2/2020).

"Sebab saat akan terbang ke Batam dari Wuhan para WNI tersebut telah dicek kesehatannya,” sambungnya.

Romer menuturkan, pemeriksaan tersebut sifatnya hanya untuk memastikan saja apakah selama dalam perjalanan ada WNI yang drop.

Jika ditemukan ada WNI yang kondisi fisiknya menurun atau panas di atas 38 derajat, maka akan dipisahkan dan langsung dibawa ke rumah sakit rujukan, yakni RSUD Embung Fatimah atau RSBP Batam.

“Ya, doakan saja selama dalam perjalanan saudara-saudara kita itu tetap happy dan bersemangat,” jelasnya.

Setelah itu, lanjut Romer, baru mereka satu per satu dipindahkan ke pesawat TNI AU dan kemudian diterbagkan secara bergantian.

Ditanyai rumah sakit mana saja yang menjadi rujukan dari penangan kasus ini, Romer mengatakan untuk di Batam hanya ada dua, yakni RSUD Embung Fatimah dan RSBP Batam.

Namun informasi belakangan yang didapat, juga ada RSUP Tanjung Pinang, RSUD Muhammad Sani di Karimun dan RSUD Natuna. (*)

TerPopuler