Desa Tangguh Bencana, BPBD Mentawai Gelar Forum Group Discussion

Desa Tangguh Bencana, BPBD Mentawai Gelar Forum Group Discussion

Rabu, 12 Februari 2020, 22:15
Peserta Forum Group Discussion foto bersama. (foto ist)

Mentawai, Rakyatterkini - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai menggelar Forum Group Discussion (FGD) dalam rangka pemaparan keberlanjutan pelaksanaan program Arbeiter Samariter Bund (ASB) Indonesia-Philippines selama 5 tahun ke depan di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Dihadiri delegasi dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, FGD dilangsungkan di aula Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai di Tuapejat, Rabu (12/2/2020). 

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Mentawai, Novriadi, menjelaskan, program ASB sebelumnya sudah berakhir sejak 8 Agustus 2019 dengan titik berat program pembentukan desa tangguh bencana. Sedangkan program lanjutan lima tahun ke depan, di samping desa tangguh bencana juga dikaitkan dengan program lainnya.

FGD ini menyelaraskan program ASB dengan Pemkab Kepulauan Mentawai, supaya tidak ada tumpang tindih dalam menjalankan program tersebut

Dipaparkan lebih lanjut bahwa kegiatan  yang akan dijalankan ASB di Mentawai meliputi empat program. Pertama, manajamen resiko bencana, bagaimana meningkatkan kemampuan kapasitas masyarakat menghadapi bencana, termasuk infrastruktur yang ada di desa supaya bisa tangguh seperti jalur evakuasi, rambu evakuasi, tempat evakuasi.

Program kedua, pendidikan kebencanaan berupa simulasi, sosialisasi dan pendidikan kepada masyarakat.

Kemudian program inklusi, bagaimana memberdayakan disabilitas, penyandang cacat, tuna netra, tuna rungu, sehingga bisa dilibatkan dalam rangka pengurangan risiko bencana, karena mereka adalah kelompok paling trentan ketika terjadi bencana.

Terakhir, peningkatan sosial ekonomi di daerah rawan bencana, bagaimana ketika terjadi bencana  masyarakat tangguh dari sisi pangan, bisa memenuhi kebutuhan pangan selama 3 hingga 4 hari, sehingga tidak panik dan hanya terfokus menunggu bantuan.

Intinya peningkatan ekonomi di daerah rawan bencana itu tidak saja tangguh dalam kebencanaan, tapi tangguh di sisi ekonomi pangan ketika terjadi bencana, ucap Novriadi.

Lebih jauh disampaikan, kegiatan FGD ini menghadirkan beberapa OPD yang peduli dengan kebencanaan untuk memberikan masukan kepada ASB selama kegiatan berjalan lima tahun mendatang dengan  lokasi yang telah mereka tentukan.

"Koordinasi ini untuk menghimpun program yang bisa disesuaikan, supaya tidak terjadi tumpang tindih  antara program ASB dengan  program Pemkab Mentawai. Intinya saling menguatkan,” jelasnya Novriadi. (jaibi)

TerPopuler