Bidik Adiwiyata, SDIT An Najah Jatinom Kunjungi SMPN 1 Jogonalan Klaten

Bidik Adiwiyata, SDIT An Najah Jatinom Kunjungi SMPN 1 Jogonalan Klaten

Rabu, 05 Februari 2020, 19:31
Hasil produksi sampah siswa SMPN 1 Jogonalan, Klaten. (foto cahyo)

Klaten, Rakyatterkini - Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) An Najah Jatinom Klaten bertekad menyabet predikat Sekolah Adiwiyata.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala SDIT An Najah Jatinom, Khamim, di sela-sela kegiatan studi banding di SMPN 1 Jogonalan Klaten, Rabu (5/2/2020) pagi.

"Kami mempunyai niat dan semangat untuk mengembangkan SDIT An Najah Jatinom menjadi Sekolah Adiwiyata," katanya.

Khamim berharap, dengan menyabet Sekolah Adiwiyata, SDIT An Najah Jatinom bisa menjadi sekolah yang bersih, indah, sehat dan aman.

Menurut Khamim, SMPN 1 Jogonalan Klaten dipilih sebagai tempat studi banding mengingat prestasi sekolah tersebut yang pernah menyabet predikat Sekolah Adiwiyata tingkat nasional.

"Banyak yang bisa kami pelajari di sekolah ini. Misalnya, bagaimana cara mengolah sampah plastik, kertas dan daun yang bila didaur ulang bisa menjadi produk yang berguna," katanya.

Khamim berharap, siswa di SDIT An Najah Jatinom sejak dini sudah memiliki kepekaan dan peduli terhadap sampah sehingga bisa diberdayakan.

"Kita sudah mempunyai program PSN atau pemberantasan sarang nyamuk dengan program Jumat bersih. Program tersebut sudah kita gerakkan, hanya memang gerakan menanam itu yang masih kurang," jelasnya.

Khamim bertekad, apa yang sudah diperolehnya di SMPN 1 Jogonalan Klaten dapat segera diterapkan kepada 650an siswa yang ada di sekolah.

Menurutnya, tujuan akhir dari studi banding ini adalah menorehkan predikat Sekolah Adiwiyata bagi SDIT An Najah Jatinom Klaten.

‎Sementara itu, Kepala SMPN 1 Jogonalan Klaten Endah Sulistyowati mengatakan, kunjungan dari SDIT An Najah Jatinom dan beberapa sekolah lain merupakan suatu penghargaan bagi sekolah yang dipimpinnya.

"Semoga ini bisa menginspirasi dan menjadi contoh bagi sekolah lain untuk dapat mengadopsi apa yang telah kami lakukan," kata Endah.

Menurut Endah, pengelolaan sampah dan lingkungan itu bisa menjadi tolak ukur pembelajaran bagi siswa.

"Kalau kita bisa menjaga lingkungan, maka lingkungan akan menjaga kita," pungkasnya. (cahyo)

TerPopuler