Berkas Prostitusi dengan Tersangka Ibu dan Anak Diserahkan ke Kejaksaan -->

Berkas Prostitusi dengan Tersangka Ibu dan Anak Diserahkan ke Kejaksaan

Selasa, 04 Februari 2020, 16:02
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Satake Bayu. (foto ist)

Padang, Rakyatterkini - Berkas perkara kasus prostitusi dengan tersangka ibu dan anak, yang ditangkap Polda Sumbar beberapa waktu lalu, telah diserahkan ke penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar, pada Kamis (30/1) lalu.

Kini, penyidik Reskrim masih menunggu perkembangan, apa dilanjutkan atau dikembalikan untuk dilengkapi. "Kita masih menunggu, apa sudah lengkap atau ada petunjuk lain, "ujar Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Satake Bayu, Selasa (4/2).

Dikatakan, dalam kasus itu tidak ada penambahan tersangka, baru sebatas ibu dan anak, yakni H (54), dan D (30), keduanya masih ditahan Mapolda Sumbar.

Sebelumnya, tersangka ditangkap dalam dugaan bisnis prostitusi di Kota Padang. Mirisnya, keduanya berstatus ibu dan anak yang menjalankan bisnis haramnya dengan kedok rumah kos-kosan.

Penyediaan layanan bagi lelaki hidung belang itu berada di kos-kosan kawasan Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Selain ibu dan anak, polisi juga mengamankan tiga wanita yang ditetapkan sebagai korban dalam dugaan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ini. Satu di antara wanita tersebut masih di bawah umur.

Direktur Reskrimum Polda Sumbar, Kombes Imam Kabut Sariadi menyebutkan, ibu dan anak ini memiliki peran yang berbeda. Ibunya H bertindak sebagai mami yang mengendalikan bisnis protitusi dan menerima semua uang hasil bisnis haram itu.

Anaknya D mencari wanita dewasa atau pun anak di bawah umur. Mereka lalu dipekerjakan untuk melayani lelaki hidung belang.

Pengungkapan bisnis prostitusi ini berawal dari laporan masyarakat yang mengaku resah dengan aktivitas kos-kosan tersebut. Lantas, setelah melakukan penyelidikan pihaknya pun menggerebek lokasi itu pada Jumat 10 Januari 2020.

"Kami tangkap ibu dan anak yang menjadi otak pelaku bisnis prostitusi itu. Kami juga menyita barang bukti lain seperti pil KB, uang tunai Rp219 ribu, pakaian dalam dan KTP," katanya.

Hingga kini, polisi masih mendalami kasus dugaan praktek prostitusi itu. Kedua pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka juga dijerat undang-undang perlindungan anak. Di antaranya, pasal 76 junto pasal 88 undang-undang nomor 35 tahun 2014 dan pasal 2 junto pasal 17 undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang. (gp)

TerPopuler