Beraksi di 30 TKP, 11 Pencuri Ternak Diringkus Polres Payakumbuh -->

Beraksi di 30 TKP, 11 Pencuri Ternak Diringkus Polres Payakumbuh

Rabu, 12 Februari 2020, 20:43
Inilah para pelaku pencuri ternak yang diekspos Polres Payakumbuh. (foto ridho)

Payakumbuh, Rakyatterkini - Tim Buser Satuan Reskrim Polres Payakumbuh mengamankan 11 pelaku sindikat pencurian ternak (Peter) dalam kurun waktu satu bulan. 

Kesebelas pelaku ini diamankan di beberapa tempat, lima orang ditangkap di Kota Solok, dua di Pekanbaru, satu di Bandung dan tiga orang di Tasikmalaya.

Pelaku yang tergabung dalam sindikat ini adalah IH (26), NHS (17), DAS (18), RF(30), F (20), YP (21), JM (18) mereka warga Simalanggang, Kabupaten 50 Kota, kemudian A (50) warga Kota Solok, HC (39) warga Bengkalis Riau, NA (38) warga Bengkalis Riau, dan EP (24) warga Payakumbuh Barat.

Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan menjelaskan para pelaku sudah puluhan kali mencuri hewan ternak dan sudah sangat meresahkan  masyarakat.

Kesebelas pelaku melakukan aksinya sejak 2016 dan baru sekarang terungkap. "Kita telah mengamankan 11 tersangka dengan sembilan berperan sebagai pencuri dan penyedia angkutan serta dua orang lainnya berperan sebagai penadah," jelas Kapolres.

Mereka melakukan aksi ini yaitu secara bersama-sama, ada yang menyediakan kendaraan dan ada juga yang mencuri hewan ternak hidup-hidup, ada yg menyembelih hewan ternak di tempat kejadian, kemudian diangkut dengan mobil angkut pick up.

Tersangka R yang merupakan pimpinan sindikat ini mengakui perbuatannya dan mengaku melakukan pencurian tersebut karena faktor ekonomi.

“Saya melakukan pencurian ini dari Duri menuju Payakumbuh, sebelumnya dihubungi teman-teman di Payakumbuh, lalu setelah dapat gambaran target hewan ternak dari teman-teman, baru saya berangkat. 

Dari tahun 2016 mereka telah melakukan pencurian sebanyak 30 TKP dengan rincian di Kota Payakumbuh sebanyak 15 TKP dengan hasil 19 ekor sapi/kerbau, Kabupaten 50 Kota sebanyak 9 TKP dengan hasil 10 ekor.

Kabupaten Tanah Datar sebanyak 2 TKP dengan 2 ekor, Kota Bukittinggi sebanyak 4 TKP dengan pencurian 4 ekor. Lalu sapi/kerbau ini ada yang dijual di Solok, Tanah Datar dan ke Pekanbaru.

Komplotan tersebut menjual hasil curiannya berkisar 10-13 juta yang masih hidup dan yang dipotong langsung dilokasi 8 juta/ekor.

Sasaran sapi yang diincar oleh sindikat pencurian ini adalah sapi yang telah diikat hidungnya dengan alasan sapi tersebut lebih gampang untuk dicuri dan tidak akan menimbulkan  bunyi yang membuat heboh.

Kasat Reskrim AKP lham Indarmawan menuturkan para pelaku biasanya beraksi pada tengah malam sampai subuh. 

Penangkapan pertama kali kami lakukan di Kota Solok pada 24 Januari 2020, setelah dilakukan pengembangan kemudian kami berhasil mengamankan 2 tersangka di Duri pada tanggal 2 Februari, lalu setelah dikembangkan lagi dengan mambagi tim, jajaran mengamankan lagi 1 orang tersangka di Bandung dangan 3 orang tersangka di Tasikmalaya pada tanggal 5 Februari.

Barang bukti yang disita dari kasus ini yaitu pisau daging, kapak, cangkul handphone, tali arung, kunci mobil serta uang Rp8 juta yang merupakan sisa dari hasil penjualan sapi di TKP Akabiluru.

Pelaku dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara, sedangkan untuk penadahnya dijerat Pasal 480 KUHP ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Kapolres megimbau masyarakat agar memperkuat sistem keamanan di kandang hewan ternak masing-masing dengan menambahkan kunci, menambahkan penerangan di kandang, tidak menempatkan ternak diluar kandang. (rdo)

TerPopuler