Warga Limapuluh Kota Temukan Mayat di Hutan, Diduga Kakek Hilang Bulan Lalu

Warga Limapuluh Kota Temukan Mayat di Hutan, Diduga Kakek Hilang Bulan Lalu

Minggu, 12 Januari 2020, 22:30
Tim SAR mengangkat mayat korban. (foto ist)

Limapuluh Kota, Rakyatterkini - Kabupaten Limapuluh Kota gempar, sesosok mayat dengan kondisi membusuk ditemukan warga di kawasan Bukik Loweh, Jorong Beringin, Nagari Durian Gadang, Kecamatan Akabiluru, Minggu (12/1).

Informasi diperoleh, mayat tersebut diketahui pertama kali oleh warga yang sedang berburu babi sekira pukul 15.00 Wib.

Mengetehui peristiwa ini SAR, PORBI, KSB Nagari, Basarnas, dan anggota kepolisian langsung turun ke lokasi guna mengavakuasi jenazah.

Dugaan sementara, mayat tersebut adalah M Dawis (90) seorang kakek warga Jorong Beringin Nagari Durian Gadang yang dikabarkan hilang 1 bulan lalu.

"Iya,  tadi siang tim langsung turun ke lapangan mengevakuaisi mayat yang ditemukan warga di Bukik Loweh. Kita menduga mayat tersebut adalah kakek M Darwis, yang tidak diketahui keberadaannya oleh keluarga," ujar Koordinator SAR Limapuluh Kota, Robi Saputra ketika dikonfirmasi rakyatterkini,  Minggu malam.

Menurutnya, saat evakuasi korban, tim sempat kesulitan, karena medan yang cukup berat dan landai.  Namun untuk memastikan mayat tersebut adalah M Darwis, pihaknya telah membawa jenazah ke Rumah Sakit Adnan WD Payakumbuh guna dilakukan visum. "Dilakukuan visum dulu tentang penyebab dan identitas mayat, "tambahnya.

Sementara itu, Camat Akabiluru Khris La Deva juga membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, sebelumnya warga sempat melaporkan kehilangan seorang anggota keluarga yang memiliki ciri tinggi 150 cm, kulit sawo matang, kurang pendengaran, kemeja warna kuning, pakai kupiah hitam.

"Kita menduga mayat yang ditemukan adalah warga yang hilang tersebut, kepastian ini juga dibenarkan oleh anak kandung korban" ujarnya.

Ia juga berharap agar masyarakat tidak menyebarluaskan foto-foto atau video saat ditemukannya jenazah.

"Diimbau kepada warga yang tadi di lokasi agar tidak menyebarkan video atau foto kondisi jenazah. Semoga kita semua dapat saling menjaga agar keluarga korban tidak bertambah sedih," tutupnya. (rdo)

TerPopuler