Walikota Riza Falepi Ajak Warga Payakumbuh Cegah Stunting

Walikota Riza Falepi Ajak Warga Payakumbuh Cegah Stunting

Rabu, 08 Januari 2020, 22:05
Walikota Payakumbuh, Riza Falepi. (foto ist)

Payakumbuh, Rakyatterkini - Walikota Payakumbuh, Riza Falepi meminta semua pihak bergerak bersama untuk mencegah stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.

"Biasanya kalau gizinya kurang kecerdasannya juga kurang. Bagaimana mungkin kita bisa bersaing kalau kecerdasan kurang," ujarnya, Rabu (8/1)

Riza meminta kepada masyarakat dan stakeholder terkait agar bekerja keras mencegah anak Stunting. Menurutnya, Pencegahan Stunting ini penting dilakukan karena mempengaruhi kecerdasan anak.

Riza menambahkan dampak anak stunting, tidak hanya mempengaruhi kecerdasan anak, Kepercayaan dirinya juga kurang. Untuk itu ia meminta semua organisasi pemerintah daerah, kader dan masyarakat harus bergerak bersama.

"Kalau ada warga yang hamil dipantau, dan saya harap puskesmas jemput bola, untuk mengawasi terus. Diingatkan untuk rutin periksa," ujarnya

Riza juga mengingatkan para lurah agar memperhatikan makanan terutama untuk warga kurang mampu. Bagi ibu hamil, ia meminta untuk mendapatkan makanan tambahan dari puskesmas. "Sebetulnya pemberian makanan sudah dilakukan untuk Ibu hamil, bayi dan warga miskin, Namun diharapkan pada tahun ini jumlahnya diperbanyak," pungkasnya.

Kabid Kesmas dan P3 Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Hefi Suryani, SKM mengatakan program percepatan pencegahan stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.

“Kita harus pantau dengan serius mulai dari bayi baru lahir sampai memasuki usia sekolah. Pada saat bayi baru lahir bila ukuran tinggi kurang dari 47 centimeter, kita harus curiga, dan segera didampaingi agar tidak menjadi Stunting, ”katanya.

Hefi mengatakan untuk mencegah anak Stunting dimulai di masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pasalnya, masa tersebut merupakan  masa kritis, dimana anak balita membutuhkan gizi dan perilaku hidup sehat lingkungan sekitar. Namun, sebelumnya bagi calon pengantin mendapatkan pendampingan dari puskesmas.

“Tetapi terkadang untuk mendampingi ibu hamil, kadang dari suami menolak. Namun, kita terus berusaha,” lanjutnya.

Sejak tahun 2016, sekitar 60 persen ibu hamil mendapatkan pendampingan. Anak-anak yang lolos pendampingan mendapatkan sertifikasi lolos 1.000 HPK. Bagi anak balita yang diindikasi stunting, Pemerintah kota berupaya menggenjot pemberian vitamin, seperti Minyak Ikan untuk menunjang gizinya.

“Mudah-mudahan jumlah (stunting) terus menurun,” harap Hefi. (rdo/rel)

TerPopuler