Sikap Tegas ACT melalui “Aksi Bela Indonesia, Bersama Jaga Natuna” -->

Sikap Tegas ACT melalui “Aksi Bela Indonesia, Bersama Jaga Natuna”

Senin, 13 Januari 2020, 19:47
ACT gelar aksi bela Indonesia, bersama menjaga Natuna. (foto ist)

Padang, Rakyatterkini - Kawasan Natuna tengah menjadi buah bibir setelah kapal China menangkap ikan secara ilegal di perairan tersebut. Peristiwa ini meningkatkan tensi hubungan Indonesia dan China.

Berdasarkan kondisi tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyatakan sikap dalam sebuah “Aksi Bela Indonesia, Bersama Jaga Natuna” yang diselenggarakan pada Senin (13/01) sebagai bentuk konkret patriotisme dan nasionalisme.

ACT akan mengirimkan bantuan sebesar 1.000 ton logistik kepada semua masyarakat dan pihak TNI beserta aparat yang bertugas di Natuna.

Ahyudin, ketua Dewan Pembina ACT menyatakan, sebagai anak bangsa yang mencintai negara ini, sudah sepatutnya masyarakat Indonesia menunjukkan sikapnya. “Kita harus tunjukkan kepada dunia bahwa tidak ada satu pun warga Indonesia ini yang tidak bersiap untuk menjadi tentara. Kita harus siap membela negara dari gangguan negara lain, "ungkapnya.

Natuna menyandang predikat yang sangat berat, yaitu sebagai pulau terdepan Indonesia. Penghasilan yang minim dan tak menentu, sebagian penduduk di Natuna hidup di garis kemiskinan. Padahal pulau ini memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah dari laut.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan katadata.co.id, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Natuna, mengalami fluktuasi namun cenderung mengalami peningkatan. Angka tertinggi terjadi pada 2018 dengan jumlah penduduk miskin sebesar 3,6 ribu dari sekitar 77 ribu jiwa.
Jumlahnya mengalami peningkatan sejak 2015. Pada tahun tersebut, jumlah penduduk miskin sebesar 3,2 ribu orang. Kemudian, bertambah menjadi 3,3 ribu jiwa pada 2016 dan 3,5 ribu jiwa pada 2017.

Ahyudin menambahkan, program bantuan yang dikirimkan ke masyarakat Natuna dan aparat yang membutuhkan menjadi spirit besar untuk mengurangi segala perselisihan yang ada.

Seperti yang kita tahu, telah terjadi pelanggaran kapal-kapal China di wilayah Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia. Laut Natuna selama puluhan tahun masuk wilayah Indonesia yang ditetapkan oleh United Nations Convention for the Law of the Sea (UNCLOS) pada 1982.

Situasi di perairan Natuna memanas akibat kapal-kapal China berlayar di wilayah tersebut. Kementerian Luar Negeri Indonesia sudah melayangkan nota protes, namun China mengklaim kawasan itu masih termasuk kawasan jalur nelayan tradisionalnya sejak dulu.

Ibnu Khajar selaku presiden Aksi Cepat Tanggap menyikapi situasi yang ada dengan mengajak semua elemen bangsa untuk bergerak bersama-sama.

Zeng Wellf, Branch Manager ACT Padang, mengatakan selama seminggu ini tim sudah berada di Natuna. Ini merupakan agenda tindak lanjut. Sebelum ada masalah ini, pihaknya bersama masyarakat nelayan dan aparat-aparat yang menjadi penjaga utama di daerah sana.

Pada kesempatan ini, hampir satu bulan lebih nelayan sedang tidak melakukan pekerjaannya karena cuaca ekstrem yang ada. "Kami ingin masyarakat, saat ini terbantu melalui program ini. Mudah-mudahan atas bantuan logistik ini bisa didukung oleh seluruh masyarakat Indonesia dan dapat menjadi program yang dapat berkelanjutan,” tutupnya.

Y.Librafortuna, Kakan Kesbangpol Kota Padang sebagai perwakilan Walikota Padang menyatakan apresiasinya kepada pihak ACT yang telah berinisiasi dalam gerakan Aksi Bela Indonesia ini.

“Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi dengan kehadiran tim ACT dan bantuannya di Natuna. Saya selaku perwakilan dari Walikota Padang menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya, dan aksi ini luar biasa. Kami juga akan menyampaikan ke semua masyarakat sipil dan stakeholder terkait untuk selalu bersinergi dan berkolaborasi untuk menghadapi kondisi yang ada saat ini. Harapan dari kita, bantuan-bantuan yang hadir di sini bisa untuk kolaborasi jangka panjang ke depannya,” tutupnya. (*)

TerPopuler