Sidang Lanjutan Pelajar Aniaya Begal Hingga Tewas Menuai Kontroversi

Sidang Lanjutan Pelajar Aniaya Begal Hingga Tewas Menuai Kontroversi

Rabu, 22 Januari 2020, 15:29
Bakti Riza Hidayat, pengacara terdakwa minta kliennya dikembalikan ke orangtua. (foto nino)

Kab.Malang, Rakyatterkini.com - Sidang lanjutan kasus pelajar (ZA) yang menganiaya seorang begal hingga tewas yakni Misnan (35) warga Dusun Penjalinan, Desa Gondanglegi yang dijadwalkan, Selasa (21/1/2020) pukul 10.00 WIB akhirnya diundur pukul 15.00 WIB.

Dalam amar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pelajar terdakwa itu dengan dijatuhi pembinaan dalam lembaga di LKSA Darul Aitam di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, selama 1 tahun lamanya.

Kuasa Hukum terdakwa, Bakti Riza Hidayat mengatakan, sidang hari ini diundur karena tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum lengkap. "Sidang ditunda dan saya baru dapat kabar tadi pagi sekitar jam 09.00 WIB dari JPU. Katanya ditunda karena tuntutannya belum lengkap," ujarnya.

Menurut Bakti, dengan adanya penundaan tersebut, tidak membuat masalah. Ia berharap dalam tuntutan nantinya seperti yang disampaikan Jaksa Agung, yakni mengembalikan terdakwa kepada orang tua. “Jika ditunda ya gak masalah. Mau tidak mau, ya harus ditunggu” tegasnya.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Yoedi Anugrah Pratama membenarkan adanya penundaan sidang terdakwa tersebut. “Jadwal sidang pidana sebenarnya mulai jam 13.00 WIB sampai jam 15.00 WIB. Kalau jadwal pagi ini sidang perdata, dan hari ini memang penuh jadwalnya” jelasnya.

Namun, lanjut Yoedi, dirinya tidak mengetahui pasti penyebab penundaan atau pengunduran jadwal sidang tersebut. “Kami kan hanya menyediakan tempat. Itu kewenangan JPU. Kemungkinan juga kan banyak perkara yang ditanganin. Apalagi ini sidang peradilan anak, harus segera selesai. Mengingat adanya batasan waktu” pungkasnya.

Menyatakan pelajar terdakwa itu telah terbukti dan secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan matinya orang sebagaimana diatur dalam pasal 351 KUHP” ucap JPU, Kristiawan menjelaskan, dalam sidang kali ini, pihak jaksa menjatuhkan pidana berupa pembinaan dalam lembaga yang berbeda di Wajak selama satu tahun.

Dalam sidang tersebut, disertakan barang bukti berupa sepeda motor Vario, sandal jepit swalow, 1 buah senter, pisau dapur 30 cm, 1 jaket warna hitam, 1 sarung hitam, dan 1 celana jeans 3/4 warna biru.

Menanggapi tuntutan JPU tersebut, kuasa hukum terdakwa, Bakti Riza Hidayat mengatakan, dengan tuntutan tersebut, pihaknya akan membuat pledoi untuk dibacakan Rabu (22/1).

Sesuai tuntutan dari Jaksa, bahwa terdakwa akan dilakukan pembinaan di sebuah pondok di Wajak selama satu tahun. Pasal yang dikenakan yakni 351, penganiayaan yang menyebabkan seseorang meninggal dunia. Soal isi domentara waktu belum bisa kami jelaskan hari ini, tukasnya, saat ditemui usai keluar dari ruang sidang PN Kepanjen. (nn)

TerPopuler