Seorang Pria di Agam Ditembak, Empat Pelaku Ditangkap

Seorang Pria di Agam Ditembak, Empat Pelaku Ditangkap

Kamis, 09 Januari 2020, 15:56
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Satake Bayu, didampingi Direktur Reskrimum, Kombes Imam Kabut Sariadi memperlihatkan senpi. (foto muhammad aidil)

Rakyatterkini (Padang) - Polda Sumbar mengamankan tiga pria dan satu wanita terkait kasus penembakan terhadap seorang warga Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada malam perayaan malam tahun baru, 31 Desember 2019 lalu sekitar pukul 22.00 WIB.

Direktur Reskrimum Polda Sumbar, Kombes Imam Kabut Sariadi, didampingi Kabid Humas, Kombes Satake Bayu, mengatakan empat pelaku berinisial RW, KA, BS, dan OC. Mereka diamankan polisi pada Senin (6/1).

"Motif kejadian karena sakit hati karena tersangka KA diejek oleh korban bernama Jupandi. Karena tak terima diejek, pelaku mengajak rekannya RW bertemu korban di suatu tempat di Lubuk Basung, Agam, sehingga terjadilah pertengkaran itu," kata Kombes Imam Kabut Sariadi, Kamis (9/1).

Imam Kabut mengatakan, ketika bertemu korban Jupandi sempat melempar kedua pelaku dengan batu hingga jatuh kemudian KA kemudian mengeluarkan senjata api (senpi) dan menembakan sebanyak dua kali.

"Tembakan pertama tidak mengenai korban, tembakan kedua mengenai pinggul belakang sebelah kiri dan setelah itu kedua pelaku meninggalkan korban dalam keadaan pingsan," katanya.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Agam dan dirujuk ke RSUP Dr M Djamil untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kombes Imam Kabut mengatakan, setelah menembak korban, pelaku kemudian menyerahkan senpi ke tersangka BS dan OC. OC menyuruh kedua orang itu untuk melarikan diri.

"Pelaku KA dan RW sempat lari ke Samosir, Sumatera Utara (Sumut) dan mereka diamankan oleh tim gabungan dari Polda Sumbar dan Polres Agam di Kota Duri, Provinsi Riau," tuturnya.

Dari pengakuan pelaku BS, dirinya mendapatkan senjata api laras pendek dari seseorang hasil digadaikan. Pihaknya masih menyelidiki sumber barang bukti tersebut. Selain pistol, polisi juga menyita empat unit telepon genggam yang digunakan para pelaku untuk berkomunikasi.

"Kami tetap mengembangkan penyidikan ini, sementara fokus pada alat-alat bukti dan sudah ada empat tersangka, kejadian tindak pidana itu terjadi pada 31 Desember 2019," katanya. (mdl)

TerPopuler