Resmikan Program KoTaku, Riza: Bebaskan Pemukiman Warga dari Keadaan Kumuh

Resmikan Program KoTaku, Riza: Bebaskan Pemukiman Warga dari Keadaan Kumuh

Minggu, 26 Januari 2020, 14:09
Walikota Payakumbuh, Riza Falepi potong pita tanda diresmikannya proyek pembangunan. (foto ridho)

Payakumbuh, Rakyatterkini - Walikota Payakumbuh, Sumatera Barat, Riza Falepi dan Wakil Walikota Erwin Yunaz meresmikan dua proyek pembangunan di lokasi berbeda, dalam kerangka Program Kota Tanpa Kumuh (KoTaKu) di Kelurahan Parik Muko Aia, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori, dan Kelurahan Balai Jariang, Kecamatan Payakumbuh Timur, Sabtu (25/1).

Walikota Riza Falepi meresmikan program KoTaKu di Tanjuang Salo Kelurahan Parik, Muko Aia, Kecamatan Lampasi Tigo Nagari. Pemotongan pita didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim), Marta Minanda, Camat Latina, David Bachri, lurah, tokoh masyarakat dan warga sekitar.

Dalam sambutannya, Walikota Riza Falepi menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat sehingga pekerjaan ini dapat selesai tepat pada waktunya, kualitas pekerjaannya rapi, hasilnya maksimal, dana terpakai melebihi perhitungan yang ada.

“Misalnya, target pekerjaan yang tadinya hanya 100 meter dapat diselesaikan 120 meter,” kata Wako Riza.

Wako Riza juga mengharapkan fasilitas yang telah dibuat ini agar dijaga dan dipelihara dengan baik.  Sebagaimana tujuan program KoTaKu ini, agar pemukiman warga terbebas dari keadaan kumuh dan kotor, diharapkan pula agar warga memberikan perhatian terhadap kebersihan lingkungan kampung masing-masing  terutama selokan dan drainase harus terawat dan bersih dari sampah.

“Harapannya kita semua bisa memelihara dan merawat fasilitas ini dan menjaga lingkungan kita tetap bersih dan asri," ucap Wako Riza lagi.

Dikatakan Walikota dua periode ini, program KoTaKu ini sebagai bukti keseriusan dan kesungguhan pemerintah dalam memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Dikesempatan yang sama Kadis Perkim, Marta Minanda, dalam laporannya menyampaikan sejak 2017, program KoTaKU telah merambah 14 kelurahan yang tersebar di lima kecamatan dengan pengurangan luasan kumuh kota sebesar 59,8 Ha dan anggarannya pun cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

“Hal ini patut kita syukuri. Pada tahun 2019 ini saja 5 Miliar digelontorkan untuk menangani sejumlah titik kumuh. Meski keterbatasan anggaran daerah, Pemko Payakumbuh masih mampu melaksanakan program ini dengan baik,” ungkap Marta Minanda. (rdo)

TerPopuler