Prostitusi di Lubuk Buaya, DPRD: Perketat Pengawasan Kos-kosan

Prostitusi di Lubuk Buaya, DPRD: Perketat Pengawasan Kos-kosan

Rabu, 15 Januari 2020, 18:21
Ketua Komisi I DPRD Padang, Elly Thrisyanti. (foto antara)

Padang, Rakyatterkini - Ketua Komisi I DPRD Padang, Sumatera Barat, Elly Thrisyanti minta pemerintah untuk meningkatkan pengawasan rumah kos-kosan pasca-terungkapnya prostitusi berkedok kos-kosan di kawasan Lubuk Buaya.

"Kasus prostitusi yang terjadi di Jalan Adinegoro, Kelurahan Lubuk Buaya, Koto Tangah, Padang yang dilakukan seorang ibu dan anaknya ini sungguh memprihatinkan," kata Elly, Rabu (15/1) sebagaimana diwartakan Antara.

Karena itu ia meminta pemerintah bergerak cepat, jangan sampai kasus yang memalukan ini terulang kembali, salah satu langkah cepat yang dapat dilakukan adalah mengawasi ketat rumah kos-kosan yang banyak di Kota Padang.

Elly Thrisyanti juga mempertanyakan kenapa lokasi ini masih bisa beroperasi, sementara sesuai informasi warga setempat sudah pernah dirazia Satpol PP dan pemiliknya dibawa untuk diperiksa.

Ia menilai Satpol PP sebagai mitra Komisi I DPRD Kota Padang harus memberikan penjelasan terkait hal ini. Apa kendalanya hingga lokasi ini tak bisa ditutup sementara warga sekitar sudah lama mengeluhkannya.

Terkait langkah ke depan ia meminta Satpol PP lebih serius menjalankan tugas penegakan perda, dan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas yang meresahkan masyarakat.

Ia mengusulkan Satpol PP memiliki call center sebagai pusat pengaduan dan pelayanan masyarakat.

"Dengan adanya call center ini, Satpol-PP akan lebih optimal dalam memberikan pelayanan di 11 kecamatan di Kota Padang," kata dia.

Kepada masyarakat juga diharapkan ikut berperan aktif dalam mengawasi hal-hal yang berkembang di masyarakat. Jika aduannya tidak bisa selesai pada tingkatan tertentu, jangan lantas menyerah tapi adukan ke tingkat lebih tinggi.

"Tanpa kerja sama yang baik, pengawasan akan berjalan sia-sia. Jika terjadi sesuatu yang janggal segera laporkan ke pihak terkait," kata dia.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumbar Kombes Pol Imam Kabut Sariadi di Padang, Senin, mengatakan ketika dilakukan penggerebekan pada Jumat (10/1) petugas mengamankan dua orang sebagai otak pelaku dari bisnis prostitusi berkedok kos-kosan ini, yakni wanita berinisial H (54) dan anaknya berinisial D (30).

Ia mengatakan sang ibu berinisial H alias Hel sebagai mami yang mengendalikan operasional bisnis prostitusi dan menerima semua uang hasil tersebut.

Sementara anaknya berinisial D alias SUC berperan mencarikan wanita dewasa maupun anak di bawah umur untuk dipekerjakan melayani lelaki hidung belang. (*)

TerPopuler