Polisi Gulung Komplotan Pencuri Spesialis Gabah di Klaten

Polisi Gulung Komplotan Pencuri Spesialis Gabah di Klaten

Kamis, 30 Januari 2020, 08:55
AKP Andryansyah saat memberikan keterangan pencurian gabah (foto cahyo)

Klaten, Rakyatterkini - Spesialis pencuri gabah yang telah beraksi di 12 TKP berhasil digulung jajaran Satreskrim Polres Klaten, Jumat, 24 Januari 2020.

Polisi mengamankan tersangka berinisial FN dan HB, keduanya warga Boyolali. Sementara satu tersangka bernama Budi masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Andryansyah Rithas Hasibuan, ‎mewakili Kapolres AKBP Wiyono Eko Prasetyo mengatakan, pencurian gabah dilakukan tersangka di area persawahan Dukuh Kokap, Desa Senden, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten dan puluhan lokasi lainnya di wilayah hukum Polres Klaten.

"Tersangka dalam kurun waktu dua bulan mengaku sudah melakukan pencurian di 12 lokasi. Namun korban yang melapor ke petugas baru 10 orang," kata‎ AKP Andryansyah Rithas Hasibuan dalam konferensi pers di Mapolres Klaten, Rabu (29/1/2020) siang.

‎Menurut Hasibuan, awal mula pengungkapan kasus terjadi pada hari Rabu tanggal 22 Januari 2020 sekira pukul 10.00 WIB.

Saat itu korban memanen padi di area persawahan Dukuh Kokap dan selesai memanen hingga sekira pukul 12.00 WIB.

"Padi jenis Mentik Wangi yang sudah dipanen dalam bentuk gabah kemudian ditaruh dalam wadah sebanyak sepuluh sak gabah," kata AKP Andryansyah.

Lanjutnya, gabah dalam sak tersebut kemudian ditaruh di jalan tepi sawah tempat memanen tersebut.

"Kemudian pekerja korban melanjutkan memanen di area sawah lain dan gabah tersebut tidak ada yang menunggui," kata AKP Andryansyah Rithas Hasibuan.

‎Menurutnya, pada saat memanen tersangka bersama Budi melintas kemudian berhenti dan mengawasi lokasi.

AKP Andryansyah menambahkan, setelah pemanen pergi meninggalkan gabah, tersangka menuju tumpukan gabah dalam sak. Lalu gabah dalam sak dinaikkan ke pickup dan dibawa pergi.

Dari kedua tersangka, polisi mengamankan 1 unit pickup dan 16 sak gabah jenis Mentik Wangi setengah kering dengan total berat  607 kilogram.

Kedua pelaku dijerat Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (cahyo)

TerPopuler