Polda Sumbar Sita 157 Botol Air Raksa, Dua Orang Ditetapkan jadi Tersangka

Polda Sumbar Sita 157 Botol Air Raksa, Dua Orang Ditetapkan jadi Tersangka

Kamis, 16 Januari 2020, 13:59
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Satake Bayu, didampingi Kasubdit IV Tipidter Reskrimsus, AKBP Iwan Ariyandhy dan jajaran Humas memberikan keterangan pers. (foto gp)

Padang, Rakyatterkini - Dua distributor ditangkap anggota Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumbar, karena diduga memperdagangkan bahan berbahaya tanpa izin, jenis air raksa atau merkuri. Kedua pelaku diringkus di lokasi berbeda, Rabu (15/1).

Dalam penggerebekan itu polisi menyita 157 botol air raksa yang diperkirakan seharga Rp235 juta lebih. Kedua tersangka adalah, ZR, 49 dan RM, 45, kini meringkuk di balik jeruji besi Mapolda Sumbar.

Air raksa atau mercuri itu digunakan oleh penambang emas yang berfungsi untuk memisahkan emas dengan tanah atau pasir.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol. Satake Bayu, didampingi Kasubdit IV Tipidter Reskrimsus, AKBP Iwan Ariyandhy, Kamis (16/1) dalam ekspos kasus menuturkan kedua tersangka ditangkap setelah mendapatkan informasi dari masyarakat setempat.

Awalnya Subdit IV di bawah komando, AKBP Iwan Ariyandhy menangkap tersangka ZR di Jorong Tanjung Salilok, Kenagarian Sikabau, Pulau Punjung, Dharmasraya, Kamis (9/1) lalu.

Dari tersangka petugas menyita 75 botol air raksa atau merkuri dengan merek Mercury/hg Special For Gold 99,999 persen dengan berat masing-masing botol 1 kilo.

Tersangka memperjualbelikan bahan berbahaya pada penambang emas ilegal di Kabupaten Dharmasraya dan daerah lainnya di Sumbar. Saat digerebek tersangka tidak mempunyai surat izin usaha perdagangan bahan berbahaya (SIUP-B2) berupa air raksa atau merkuri. Pengerebekan berlangsung di rumahnya.

Sementara tersangka RM ditangkap di Jalan Raya Adinegoro, Simpang Kalumpang, Koto Tangah, Padang, Rabu (15/1) sekitar pukul 17.15 WIB. Dari pelaku petugas menyita 82 botol air raksa dengan merek Mercury/Hg Special For Gold 99,999% dengan berat masing-masing botol satu kilo.

Menurut Iwan, lelaki itu ditangkap saat mengemudikan mobil Daihatsu Feroza hijau. Setelah digeledah di dalam mobilnya ditemukan 82 botol air raksa atau merkuri. Pada sore itu, pengerebekan dipimpin Wadir Reskrimsus, AKBP Petrus Canisus dan Kasubdit IV AKBP Iwan Ariyandhy dan menghentikan laju kendaraan itu.

Setelah diperiksa ternyata benar ditemukan kardus yang dilakban kuning di bawah bangku belakang. Ketika dibuka, di dalamnya puluhan botol air raksa.

Menurut keterangan, kedua pelaku tidak mempunyai hubungan dan ditangkap secara terpisah. Meskipun begitu petugas telah berhasil mengungkapkan kasus yang termasuk ilegal mining ini, karena air raksa itu sangat berbahaya.

Kini, petugas masih menyelidiki asal barang bukti. Sebab, menurut keterangan tersangka air raksa kitu dibelinya di Jakarta. "Kita masih menyelidiki asal air raksa itu, apakah ada kaitannya dengan jaringan internasional masih diselidiki, "ujar Satake Bayu.

Kedua tersangka dikenakan Pasal 104, 106 UU No 7/2014 tengang Perdagangan atau pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 ayat 1 UU No.8/1999 tengang Perlindungan Konsumen. (gp)

TerPopuler