Percepat Pembangunan, Limapuluh Kota Kerja Sama dengan Kampar

Percepat Pembangunan, Limapuluh Kota Kerja Sama dengan Kampar

Selasa, 14 Januari 2020, 19:30
Jajaran Pemkab Limapuluh Kota dan Pemkab Kampar, Riau usai pertemuan. (foto ridho)

Limapuluh Kota, Rakyyatterkini - Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota dan Kampar Provinsi Riau diharapkan segera melakukan penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antar daerah. Tujuannya untuk percepatan pembangunan di dua daerah terlebih di wilayah perbatasan.

Hal itu terungkap dalam acara kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Kampar ke Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota di ruang sidang bupati di Sarilamak, Selasa (14/1).

“Kita berharap bisa mengejar pelaksanaan penandatanganan kerjasama antar daerah Kabupaten Kampar dengan Limapuluh Kota, terutama untuk wilayah perbatasan seperti Desa Balung Kampar dengan Nagari di Kabupaten Limapuluh Kota,” ungkap Sekdakab Limapuluh Kota Widya Putra, di hadapan rombongan Pemkab Kampar yang dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kampar Yusri, beserta sejumlah kepala OPD Kampar.

Kerjasama itu, lanjut Widya antara lain pada sektor pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, sosial, perhubungan dan lainnya.

“Kerjasama ini jelas sebagai salah satu upaya mengejar pembangunan di nagari atau desa  yang ada di perbatasan, termasuk pembangunan perekonomian masyarakat, ”tutur Widya.

Ucapan senada juga disampaikan, Sekda Kampar Yusri. Ia juga berharap Pemkab kedua daerah bisa mengejar pelaksanaan penandatanganan kerjasama untuk perbatasan tersebut. Untuk itu kedua pemerintah daerah bisa membuat gagasan bersama buat membenahi kawasan perbatasan dimaksud.

“Jalan dari Balung ke Kabupaten Limapuluh Kota jalur alternatif Sumbar-Riau. Panjang jalannya tinggal sekitar 5 kilo meter di desa Balung dan sekira 4 kilo meter di Kabupaten Limapuluh Kota,” ungkap Yusri.

Untuk membangun jalan ini, lanjut Yusri, butuh biaya besar yang diantaranya buat pengecoran permukaan jalan yang diperkirakan akan mencapai Rp5 setiap kilo meternya. Menyimak kenbutuhan biaya yang besar, tentunya kedua daerah akan berupaya untuk mengusulkannya ke pemerintah pusat.

“Mari kita gagas bersama kerjasama ini. Kita berharap dalam waktu dekat segera ditandatangani kedua kepala daerah,” ujar Yusri. (rdo)

TerPopuler