Peras Kades, Polisi Tangkap Oknum Wartawan Mengaku KPK di Maluku

Peras Kades, Polisi Tangkap Oknum Wartawan Mengaku KPK di Maluku

Minggu, 26 Januari 2020, 22:01
Empat pelaku diamankan Polres MBD. (foto ist)

Maluku, Rakyatterkini.com - Dua oknum wartawan di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Provinsi Maluku berinsial YF dan AS, ditangkap penyidik Satreskrim Polres Maluku Barat Daya (MBD), karena diduga memeras kepala desa di kabupaten itu.

Oknum itu mengaku anggota yayasan komisi pengawasan korupsi (KPK), bersama dua temannya yang juga anggota KPK berinisial OR dan SDI.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Roem Ohoirat, menuturkan YF Cs sudah wara-wiri di MBD tiga bulan yang lalu. Mereka menakut-nakuti kepala desa di MBD dengan proyek-proyek yang dianggarkan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD).

Namun disayangkan, tindakan mereka melenceng dari tugas mereka yang katanya sebagai anggota yayasan  KPK itu. Mereka diduga memeras sejumlah kades di MBD.

Peristiwa berawal, YF, sebagai Kepala Divisi Intelijen KPK tindak pidana korupsi (Tipikor) se-Maluku menemui sejumlah kades.

Kades yang menjadi sasaran bidikan KPK gadungan ini adalah Elias Tenggawna, Kades Werwaru Kecamatan Moa Kabupaten MBD. Dimana, pada 2018 jalan rabat beton panjangnya 300 meter, pekerjaannya belum selesai termasuk saluran air.

Saat menemui kades, para pelaku menekan sang kades dan mengatakan kalau ini temuan dan terindikasi tindak pidana yang berimplikasi penjara. Di tengah penekanan terhadap korban, para pelaku lalu menawarkan “win win solution”.

Para pelaku mengatakan kades bisa saja lolos, asalkan ada pengertian mau memberikan berapa duit kepada pelaku. Dari tawar menawar itulah sang kades lalu menyanggupi.

Ternyata tindakan para pelaku tidak hanya kepada Kades Werwaru, tapi ada juga kades lainnya di Kecamatan Moa Kabupaten MBD seperti Kades Kaiwatu, Kades Wakarleli, Kades Tounwawan dan Kades Moain.

Ada lima kades menjadi korban penipuan dan pemerasan para pelaku dengan nilai yang bervariasi yakni Rp1 juta, Rp3 juta, Rp5 juta, Rp8 juta hingga Rp10 juta.

Informasi keberadaan dan sepakterjang para pelaku ini terdeteksi oleh kepala-kepala desa se Kecamatan Moa. Para kades mulai curiga dan berinisiatif melaporkan ke Polres MBD.

Alhasil, setelah dibuntuti aparat kepolisian setempat, pada Jumat (24/1), berdasarkan laporan Kades Werawaru, Elias Tenggawna dan kawan-kawan, kepolisian setempat langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku.

Kombes Pol Roem Ohoirat dalam rilisnya kepada wartawan di Ambon Sabtu (27/1) membenarkan penangkapan terhadap para pelaku.

Ohoirat menegaskan, para pelaku melalui hasil pemeriksaan sementara penyidik Satreskrim Polres MBD terbukti melakukan pemerasan dan penipuan terhadap sejumlah kades di MBD.

Olehnya itu, setelah mendapatkan bukti-bukti yang kuat, para pelaku langsung ditahan di rumah tahanan (rutan) Polres MBD untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka secara hukum.

“Iya benar, pelaku itu sekarang sudah ditahan dan status mereka tersangka,” kata Ohoirat.
Hingga berita ini diturunkan, sudah dua saksi diminta keterangan yakni Richard Rupisiay dan David Mauday. (batje)

TerPopuler