Pengelolaan Dana Umat di Baznas Pasaman Jadi Sorotan

Pengelolaan Dana Umat di Baznas Pasaman Jadi Sorotan

Sabtu, 11 Januari 2020, 21:07
Dana umat di Baznas jadi sorotan DPRD Pasaman. (foto ist)

Pasaman, Rakyatterkini - Pengelolaan dana umat di Baznas Pasaman menjadi sorotan dan perbincangan hangat masyarakat. Sebab, diduga ratusan juta dana umat di Baznas justru tidak jelas pertanggungjawabannya.

Semrawutnya pengelolaan dana zakat ini tertera dalam laporan Satuan Audit Internal (SAI) yang banyak beredar lewat pesan singkat di perangkat elektronik WhatsApp (WA).

Ketua SAI Baznas Pasaman, H.M.N Susilo, tidak mau memberikan keterangan saat dikonfirmasi lewat telefon selulernya, dengan alasan ia sedang diperiksa oleh tim Baznas dari pusat.

Masalah itu mulai mengemuk sejak tertundanya pengucuran dua bulan dana Baznas yang dihimpun dari pemotongan gaji ASN di Dinas Pendidikan pertengahan Desember lalu.

Ketua Baznas Pasaman, Buya Syafrizal juga tidak menampik hasil audit SAI tersebut. Dalam laporan itu jelas ada dana zakat umat yang dipinjamkan kepada pihak lain. Seperti kepada pengusaha swasta, usaha penggemukan sapi, kebun cabe,  hingga ada pula kepada pribadi.

"Pinjaman itu saya akui, namun, ada yang perlu diluruskan, dan sebagai Ketua Baznas saya bertanggung jawab penuh tentang itu, ucap Syafrizal.

Syafrizal juga mengakui hasil audit SAI ini kepada anggota DPRD Pasaman, saat pelaksanaan hearing di ruangan rapat utama DPRD, Senin 6 Januari lalu.

Saat hearing itu, ketua fraksi PAN DPRD Pasaman Yulisman menanyakan kebenaran sejak Januari 2020 ini tidak ada lagi pemotongan gaji ASN oleh Badan Keuangan Daerah yang nantinya disalurkan ke Baznas Pasaman, hal ini juga dibenarkan Syafrizal.

Menurut Yulisman, DPRD perlu tau kenapa sampai dana zakat ASN sebagai penyuplai terbesar ke kas Baznas selama ini, sekarang (mulai Januari 2020) tidak lagi dipotong, Syafrizal menjawab tidak tau apa sebabnya.

Ia juga menanyakan tentang adanya pinjaman yang diberikan untuk pejabat sesuai yang tertulis di hasil Satuan Audit Internal, karena disana jelas tertulis  "Bon Bupati" sejumlah Rp50 juta.

Syafrizal menjelaskan, tentang pinjaman ini adalah bentuk realisasi zakat produktif. Karena Zakat ini ada dua macam, yakni zakat umat yang memang direalisasikan langsung dan zakat produktif. Zakat produktif ini membantu dan dibenarkan oleh agama serta dibolehkan oleh negara, terangnya.

Anggota DPRD Pasaman, Salamat Simamora (fraksi Nasdem), malah terlihat begitu kaget mendengar pengakuan Syafrizal, yang menyebut nama bupati ikut meminjam uang zakat.

"Yang pinjam uang itu, Bupati Pasaman atau Yusuf Lubis selaku pribadi ?" tanya Salamat spontan.

"Waktu itu bulan puasa, dan pinjaman itu atas nama pribadi Yusuf Lubis, dana ini digunakan untuk kegiatan Safari Ramadhan, jawabnya.

"Apa sebenarnya yang terjadi dengan dana zakat ini. Kasihan kita sama masyarakat yang telah berzakat, termasuk delapan asnaf zakat yang seharus menerima dana umat tersebut. Sebaiknya dibuka saja sejelas-jelasnya di forum ini," tegas Yulisman.

Auditor lnspekrorat Pasaman, Menata Jaya, di hadapan anggota dewan mengungkapkan bahwa Ketua Baznas Syafrizal telah menolak untuk diperiksa oleh tim inspektorat. Karena menurut ketua baznas, yang berhak mengauditnya adalah lembaga akuntan publik.

Menurut Menata Jaya, sesuai Peraturan Pemerintah No. 14 ahun 2014 pasal 45 (c), bahwa bupati punya kapasitas memberi wewenang kepada inspektorat untuk melakukan pemeriksaan. 

Hal itu langsung mendapat  tanggapan dari Salamat Simamora. Menurut legislator muda Partai Nasdem ini, Inspektorat itu berhak memeriksa, bahkan dewan pun berhak untuk mendiskusikan hasil temuan inspektorat tersebut, karena kapasitas DPRD, juga sebagai pengawas.

Syafrizal mengatakan, "saya bukan tidak mau diperiksa oleh Inspektorat, tapi kami memiliki auditor tersendiri, yang bertanggung jawab kepada Ketua Baznas".

Di Baznas Pasaman juga sedang dilakukan audit oleh akuntan publik, oleh karena itu, saya belum menanggapi surat dari Inspektorat, terangnya.

Berdasarkan hasil auditnya, SAI membeberkan dugaan kejanggalan penyelewengan dana umat yang diKetuai Sayafrizal, realisasinya banyak yang tidak sesuai peruntukan dan putusan pengurus secara bersama.

Bahkan dalam laporannya SAI mengatakan bahwa bantuan untuk Pondok Tahfiz Islamic Center yang di Rao sebesar Rp392 juta tidak pernah diterima bendahara Pondok Tahfiz tersebut, serta Rp41,7 juta pinjaman pribadinya, oleh karena itu tetap menjadi tanggung jawab Syafrizal.

Pinjam meminjam ini telah diikat dengan perjanjian bermatrai, dokumennya lengkap dan bukan asal-asalan saja. Saya bertanggung jawab penuh hingga masa jabatan saya berakhir di tahun 2021 nanti, terangnya.

Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis tidak dapat dihubungi untuk dimintai keterangannya perihal penyebutan namanya yang tercantum di hasil audit internal Pasaman dan hearing DPRD. Pesan singkat yang dikirim ke telefon sellulernya dinomor 081166xxxxx juga tidak bisa dihubungi.

Namun lewat akun resmi Kominfo Pasaman, keterangan Syafrizal yang terkait nama bupati ini dibantah oleh mantan Kabag Kesra Edi Erman dan mantan Kepala Badan Keuangan Daerah Pasaman Mulyatmin dengan mengatakan.

"Keterangan yang mengatakan ada "Bon Bupati" untuk kegiatan Safari ramadhan ini tidak benar", dengan menjelaskan rinciannya sesuai yang diterangkan di fp Kominfo Pasaman. (st.m)

TerPopuler