Pelaku Pembunuhan Menyerahkan Diri ke Polres Mentawai

Pelaku Pembunuhan Menyerahkan Diri ke Polres Mentawai

Rabu, 22 Januari 2020, 21:51
Kapolres Mentawai, AKBP Dody Prawiranegara ekspos kasus pembunuhan dua tahun lalu, setelah pelaku menyerahkan diri. (foto jaibi)

Mentawai, Rakyatterkini - Pelaku pembunuhan di Dusun Saikoat Desa Simatalu, Kecamatan Siberut Barat, Kepulauan Mentawai pada 2017 lalu, akhirnya menyerahkan diri ke Polres Kepulauan Mentawai.

Terkait penangkapan itu, Polres Mentawai melaksanakan press release, Rabu (22/1/2020). Kapolres AKBP Dody Prawiranegara, mengungkapkan, perkelahian berujung pembacokan yang berakibat tewasnya korban bermula cekcok mulut antara pelaku dengan korban.

Sebelum terjadi pembunuhan, pelaku menemukan empat ekor babi peliharaannya mati dan empat lainnya kritis bekas sabetan benda tajam. Pelaku menanyakan kepada korban. Merasa tidak senang, seolah-olah dituduh, sehingga terjadi cekcok.

Menurut Kapolres, setelah anggota Reskrim dipimpin Ipda Doni Rahmadian mendatangi Dusun Saikoat Desa Simatalu, pelaku turun dari tempat persembunyiannya di hutan lalu mendatangi petugas dan menyerahkan diri pada Minggu 19 Januari 2020 sekitar pukul 01.00 WIB.

Petugas mengamankan satu unit mesin chinsaw merk Prol Pro 5800 warna merah abu-abu gagang warna hitam milik korban dan langsung dibawa ke mapolres guna proses lebih lanjut.

Dody Prawiranegara menjelaskan, kejadian pembunuhan diketahui ketika pelapor (ibu korban) bersama korban pergi ke ladang pada Rabu 27 September 2017 sekira pukul 07.00 WIB. Setelah ibunya pulang ke rumah, korban tidak kunjung pulang.

Kemudian pada keesokan harinya, Kamis 28 September 2017 sekira pukul 16.00 WIB, salah seorang saksi bernama Temauwani mendatangi rumah korban di Dusun Saikoat untuk menyampaikan kepada anak perempuan korban Avomanai supaya tidak usah menunggu bapaknya lagi.

Setelah menerima informasi dari saksi, anak perempuan korban menyampaikan kepada ibunya dan sang ibu melaporkan kejadian itu kepada warga setempat, kemudian melaporkan ke Polsek Sikabaluan.

Dijelaskan Dody Prawiranegara, insiden pembacokan terhadap korban itu terjadi, pada hari Selasa 26 September 2017. Saat itu pelaku hendak ke ladang. Setelah berjalan lebih kurang empat jam menuju kandang babi miliknya, ia menemui 4 ekor babinya sudah mati dan 4 lagi kritis. Pada tubuh babi-babi peliharaannya itu ada sabetan benda tajam.

Di sekitar kandang babi, pelaku tidak menemukan siapa-siapa dan pelaku kembali ke rumahnya di Saikoat. Dalam perjalanan pulang pelaku bertemu dengan korban Sopian dan menanyakan apakah korban melihat orang membunuh babi peliharaannya.

Dijawab pelaku, ia hanya sekadar bertanya. Beberapa saat sempat terjadi cekcok mulut lalu pelaku mengajak korban untuk bersumpah secara adat dengan memotong rotan.

Dalam sumpah itu dia katakan, siapa berbohong maka akan menerima akibatnya dengan posisi mereka berdua berdampingan. Lalu korban mengatakan, "ayo potong rotan. Mengapa kamu masih berjalan?".

Mendengar kata-kata itu, pelaku memutar badan dan langsung melihat korban mengayunkan parang ke arahnya. Pelaku langsung membela diri, sementara parang yang ada di tangannya spontan diayunkan ke bagian leher korban, lalu ditangkis sehingga tangan kiri korban terputus. Kemudian pelaku membacok bagian perut, kaki, betis kiri, hingga korban tewas di tempat. (jaibi) 

TerPopuler