Klinik Suntik Punca Ilegal Disegel, Jadi Buruan Artis

Klinik Suntik Punca Ilegal Disegel, Jadi Buruan Artis

Rabu, 15 Januari 2020, 08:58
Petugas memeriksa alat-alat di klinik ilegal itu. (foto ist)

Jakarta, Rakyatterkini - Hubsch Clinic, yang terletak di Ruko Bellepoint, Jalan Kemang Selatan VIII digrebek polisi pada Sabtu lalu lantaran melakukan praktik suntik sel punca atau stem cell ilegal.

Klinik yang telah beroperasi sekitar tiga tahun tersebut mematok tarif fantastis untuk sekali suntik sel punca, mencapai Rp230 juta.

Selain jadi terapi penyakit, praktik suntik sel panca di klinik itu digunakan sebagai upaya untuk perawatan kecantikan, meskipun para dokter ahli sebenarnya tidak menyarankannya.

Dengan biaya fantastis tersebut, dikabarkan banyak pasien dari kalangan sosial atas datang untuk mencegah penuaan dan membuat kesan awet muda.

Kabarnya, para pasien di klinik ini mereka dari kalangan sosialita, istri pejabat hingga artis dengan rentang usia antara 40-50 tahun, demikian cerita seorang penyidik dari kepolisian kepada wartawan.

Mereka rela merogoh kocek dalam-dalam demi menjaga penampilan. Namun, hingga kini polisi masih belum membuka data pasien, termasuk siapa saja artis yang mempercantik diri di Hubsch Clinic.

Dilansir Tribunnews.com, pada Selasa (13/1/2019) klinik di lantai dua ruko itu berdekatan dengan sebuah resto bernama Hanka Dimsum Shop dan usaha bidang Multimedia bernama Creativera.

Jika dilihat dari luar, meski sedikit tertutup gorden warna putih, tampak ada sebuah ruang perawatan. Lampu di dalam ruangan juga terlihat masih menyala.

Sebuah pintu sebagai akses menuju ke lantai dua tampak disegel dengan garis polisi. Sedangkan di lantai satunya terlihat kursi-kursi yang ditumpuk.

Lantai satu itu tampaknya sempat digunakan sebagai cafe meski kini sudah digembok pemiliknya.

Klinik itu kini tidak menggunakan papan. Seorang di dekat lokasi menyebut, papan nama klinik dilepas usai polisi melakukan penggrebekan pada Sabtu lalu.

Orang-orang yang diwawancarai di dekat lokasi tak bisa memberikan banyak informasi. Mereka hanya memastikan, klinik itu sudah beroperasi cukup lama.

"Tadinya ada nama dokternya di depan pintu. Sekarang sudah nggak ada. Untuk aktivitas di dalamnya saya nggak tau," ujar seorang pria.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Sayudi Ario Seto sebelumnya menyebut, penggrebekan klinik itu lantaran ada praktik ilegal terkait suntik sel punca.

Kombes Suyudi mengungkapkan, saat penyelidikan berlangsung, petugas mendapat informasi mengenai adanya penyuntikan sel punca terhadap seorang pasien pada Sabtu 11 Januari 2020.

Pada Sabtu sore sekira pukul 15.00, penyidik mendatangi klinik untuk melakukan operasi tangkap tangan.

Dalam operasi tangkap tangan itu, petugas menyita sejumlah barang bukti seperti sel punca produk K asal Jepang yang tidak berizin, selang infus, alat suntik, alat antiseptik, dan registrasi pasien.

Polisi mengamankan beberapa orang dalam operasi tersebut serta menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni YW (46) selaku manajer klinik, LJ (47) selaku manajer pemasaran, dan dr. OH selaku dokter umum sekaligus pemilik klinik yang bertugas menyuntik pasien. (*)

TerPopuler