Keruk Bukit Tanpa Izin, Penambang Ilegal Ditangkap Polres 50 Kota

Keruk Bukit Tanpa Izin, Penambang Ilegal Ditangkap Polres 50 Kota

Rabu, 15 Januari 2020, 15:49
Petugas sita alat berat dalam operasi tambang ilegal. (foto polres)

Limapuluh Kota, Rakyatterkini - Penambang ilegal galian tanah uruk menggunakan alat berat di Jorong Gurun, Nagari Gurun, Kecamatan Harau, Limapuluh Kota, Sumatera Barat ditangkap Satreskrim Polres Limapuluh Kota.

Dalam operasi itu, satu tersangka diamankan, Senin (13/1). Ia adalah operator alat berat bernisial RS (27), warga Jorong Koto Tangah Simalanggang, Payakumbuh Kabupaten Limapuluh Kota yang juga pemilik lahan.

"Benar, dari razia tambang illegal yang kita lakukan di dua titik, kita mengamankan satu tersangka, "ujar Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Sri Wibowo, melalui Kasat Reskrim, AKP Anton Luther didampingi KBO Satreskrim Iptu Army Ariosa, Kasubag Humas AKP Yuhelman dan Dantim Reskrim Aipda Bainur, Rabu (15/1).

Saat melakukan penangkapan alat berat excavator komatsu PC 200 warna kuning tersebut, sedang beroperasi melakukan galian terhadap tanah uruk, saat itu belum ada mobil yg sedang mengangkut bahan galian tanah tersebut.

Setelah mengamankan pelaku, polisi memasang police Line terhadap alat berat yang digunakan pelaku. Tidak hanya itu, pada razia tambang ilegel Satreskrim Polres Limapuluh Kota juga menyisir lokasi lainnya di Jorong Ketinggian, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau.

Namun di lokasi itu tidak ditemukan adanya tanda-tanda aktivitas pertambangan, diduga lokasi tersebut telah ditinggalkan sejak dua pekan lalu. "Dari dua tempat itu, hanya satu yang masih beroperasi".

Untuk pengusutan lebih lanjut, alat berat telah diamankan di Mapolres Limapuluh Kota, Kawasan Ketinggian Sarilamak. (rdo)

TerPopuler