Kasus Jiwasraya, SBY Dikaitkan, Wasekjen Partai Demokrat: Itu kebohongan Bodoh!

Kasus Jiwasraya, SBY Dikaitkan, Wasekjen Partai Demokrat: Itu kebohongan Bodoh!

Selasa, 21 Januari 2020, 18:05
Kasus Jiwasraya. (net)

Jakarta, Rakyatterkini - Kasus Jiwasraya turut menyeret nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Itu berawal dari pernyataan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Jokowi menyebutkan kasus Jiwasraya telah ada sejak era kepemimpinan SBY. Tentu mendapat respons dari Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Rachland Nashidik.

Lewat akun Twitternya @RachlandNashidik; pada Selasa (21/1/2020), Rachland mengungkapkan kemarahan SBY.

Kemarahan SBY dijelaskannya karena tudingan yang ditujukan kepada SBY sangat tidak beralasan.
"Tentu saja SBY harus marah namanya dikaitkan skandal Jiwasraya. Itu kebohongan bodoh yang gampang ditebak bertujuan melindungi para perampok dari telunjuk publik," ungkap Rachland.

"Itulah sebabnya SBY ingin Pansus dibentuk: Bukan untuk memuaskan dirinya tapi demi memenuhi rasa keadilan publik," tambahnya, seperti dikutip dari Tribunnews.

Rachland menyandingkan kasus Jiwasraya dengan kasus Century pada era tahun 2000-an. Berbeda dengan kasus Century, KPK kini dapat luwes bekerja karena bertanggung jawab penuh kepada presiden.

"Pansus Century dulu ditolak karena KPK sedang bekerja. Pansus dinilai cuma akan mempolitisasi kasus.

Tapi KPK kini, seperti halnya Jaksa Agung, bertanggung jawab pada Presiden," jelas Rachland.

Oleh karena itu, Partai Demokrat ditegaskannya mendorong agar dibentuknya Panitia Khusus (Pansus) Jiwasraya. Sehingga kasus Jiwasraya tidak berujung pada politisasi.

"Penggunaan Hak Angket Dewan melalui Pansus jadi penting agar skandal Jiwasraya tak mengalami politisasi.

Demokrat sepenuhnya paham memperjuangkan Pansus Angket tidak mudah karena kalah jumlah," jelas Rachland.

Dikutip dari Kompas.com, Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) akhirnya buka suara soal krisis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang dituding bermasalah sejak masa pemerintahannya.

SBY mempersilakan jika periode pemerintahannya menjadi pihak yang disalahkan dan diminta bertanggung jawab.

"Kalau di negeri ini tak satu pun yang mau bertanggung jawab tentang kasus Jiwasraya, ya salahkan saja masa lalu," kata SBY, seperti diungkapkan asisten pribadinya, Ossy Dermawan lewat akun Twitter @OssyDermawan, Jumat (27/12/2019).

Saat dikonfirmasi, Ossy membenarkan peristiwa seperti yang ditulis dalam twit tersebut.

Ossy menyebutkan, soal krisis Jiwasraya itu disampaikan SBY kepada para tamu yang dia terima pada Kamis (26/12/2019).

Menurut SBY, publik pun tahu bahwa krisis Jiwasraya mulai terjadi dalam kurun 2018-2019. Namun, jika memang tak ada pihak yang bertanggung jawab, SBY mempersilakan jika periode pemerintahannya disalahkan. (*)

TerPopuler