Kapal Angkut Avtur Milik TNI Hilang di Perairan Maluku -->

Kapal Angkut Avtur Milik TNI Hilang di Perairan Maluku

Minggu, 26 Januari 2020, 22:14
Basarnas melakukan pencarian KLM Panji Saputera. (foto ist)

Maluku, Rakyatterkini.com - KLM Panji Saputera, berangkat dari Ambon sejak 7 Januari 2020 menuju Saumlaki, ibukota Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Provinsi Maluku, hingga sekarang belum ditemukan.

Sesuai estimasi harusnya kapal yang mengangkut BBM jenis avtur milik Kodam XVI/Pattimura itu tiba di Saumlaki 11 Januari 2020.

Kapal dengan panjang 10 meter dan lebar 2 meter serta berwarna hijau mengangkut 25 drum avtur, 6 orang terdiri dari 4 ABK dan 2 personel Perbekalan dan Angkutan (Bekang) Kodam XVI Pattimura.

Empat ABK diketahui bernama La Mufik, La Jau, Ongki dan Muhhamad Juniarto. Dua personel Bekang Kodam XVI Pattimura itu bernama Serda Aswadin Ali dan Pratu Midun.

Kepala Basarnas Ambon, Muslimin kepada Rakyatterkini.com mengatakan, kapal bertolak dari Pelabuhan Rakyat Ambon sejak 7 Januari 2020 sekitar pukul 07.00 WIT, dengan estimasi tiba di  Saumlaki  11 Januari 2020. Namun sampai saat ini kapal tersebut belum tiba dan tidak ada komunikasi alias hilang kontak.

"Informasi baru diterima Sabtu (18/1) sekitar pukul 11.00 WIT dari ibu Ati sekaligus pemilik kapal dan Lettu Agung selaku Danbekang," ungkap Muslimin.

Kapal tersebut hilang kontak dalam perjalanan dari Kota Ambon menuju Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dan Moa Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Sempat dilarang berlayar
KLM Panji Saputra sempat dilarang petugas Pelabuhan Enrico dari Dishub Kota Ambon sebelum nekat berlayar menuju Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dan Moa Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Larangan tersebut terkait kapal tersebut tidak layak, muatan over kapasitas dan cuaca buruk. Hal ini disampaikan Kepala Seksi Kepelabuhanan Dinas Perhubungan Kota Ambon, Merry Oktoselja kepada wartawan di Pelabuhan Rakyat Enrico pekan kemarin.

Oktoselja mengaku kapal dengan bobot 6 GT itu memaksakan diri berlayar sekitar 4 dan 5 Januari 2020. Namun lantaran cuaca buruk berikut kapal tidak layak dan over kapasitas, penanggungjawab pelabuhan melarangnya untuk berlayar.

"Sebelum berlayar saya sudah mengeluarkan peringatan kepada nahkoda kapal, melihat kondisi saat ini laut sangat bergelombang ditambah lagi tujuan ke Saumlaki dan Moa cukul jauh untuk ditempuh kapal bermesin 6 GT,"ungkapnya.

Temukan drum Avtur
Kepala Kantor SAR Ambon, Muslimin mengungkapkan, pihaknya menerima informasi dari  Koordinator Pos Tual,  bahwa telah ditemukan drum BMM Avtur sebanyak 5 drum di Perairan Kepulauan Tayandu.

“Setelh menerima informasi tersebut,  kami kerahkan Kapal KN SAR 242 Bharata menuju lokasi temuan. Dan benar ditemukan 5 drum Avtur pada koordinat 5 22 13.04 S, 132 12 45.78 E,” kata Muslimin. (batje)

TerPopuler