Gudang Sekolah Jadi Tempat Penyimpanan Ganja

Gudang Sekolah Jadi Tempat Penyimpanan Ganja

Senin, 20 Januari 2020, 18:02
Kapolda Jambi, Irjen Pol. Muchlis AS mengeskpos pengungkapan ganja yang disimpan pelaku di gudang sekolah. (foto antara)

Jambi, Rakyatterkini - Polda Jambi mengungkap gudang sekolah dasar (SD) yang dijaga penjaga salah satu sekolah jadi tempat penyimpanan 29 kilogram ganja kering. 

Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS, didampingi Dirresnarkoba, Kombes Pol Eka Wahyudianta, Senin (20/1/2020), mengatakan anggota mengungkap jaringan narkoba jenis ganja yang disimpan di salah satu gudang sekolah.

Dalam pengerebekan itu, petugas mengamankan dua kurir termasuk penjaga sekolah tersebut. Gudang sekolah dasar yang digerebek berada di kawasan Kebun Daging, Mayang Mangurai, Kotabaru, Kota Jambi.

Kasus itu berhasil diungkap kepolisian setelah mendapatkan informasi ada narkotika jenis ganja yang masuk melalui jalur darat atau menggunakan mobil rental dari Sumatera Utara menuju Jambi.

Gudang tersebut terungkap setelah anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi mendapatkan beberapa hari lalu ada masuk 29 Kg ganja melalui jalur KM 181, Sungai Penoban, Batang Asam, Kabupaten Tanjunga Jabung Barat.

Dari pengungkapan itu, dua tersangka Joni Tanjung, warga Jalan KH Abdul Jalil, Kecamatan Padangsidimpuan, Kota Medan, Sumatera Utara dan Joni Hendra warga Jalan Kebun Daging, Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo diamankan polisi.

Narkoba jenis ganja tersebut diselundupkan oleh Joni Tanjung dari Penyambungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara dengan menggunakan mobil Avanza BB 1548 LR. Diduga dikendalikan oleh eks napi berinisial AD untuk diserahkan ke Joni Hendra yang berada di Kota Jambi.

Untuk mengelabuhi petugas, ganja kering tersebut kemudian disimpan di dalam gudang sekolah dasar di Kota Jambi sebelum diedarkan.

"Iya, barang haram itu ditemukan anggota Dirresnarkoba yang disimpan di gudang sekolah oleh tersangka Joni Hendra," kata Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS, sebagaimana dilansir Antara. Ganja itu dikendalikan oleh seorang eks napi Kota Jambi berinsial AD yang saat ini masih buron.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jambi Kombes Pol Eka Wahyudianta mengatakan gudang sekolah ini telah dijadikan tempat penyimpanan narkoba jenis ganja selama dua kali sejak Oktober 2019.

"Kedua pelaku sudah beroperasi sejak 2019, ada 15 kg yang lolos pada saat itu, dan itu masih ada karung penyimpanan ganja tersebut," jelasnya. (*)

TerPopuler