Curi Uang di Gereja, Pedagang Pakaian Diciduk Polisi

Curi Uang di Gereja, Pedagang Pakaian Diciduk Polisi

Jumat, 10 Januari 2020, 22:30
Petugas memperlihatkan barang bukti yang disita dari tersangka. (foto cahyo)

Klaten, Rakyatterkini - Satreskrim Polres Klaten, Jawa Tengah menangkap pelaku pencurian di Gereja Maria Assumpta yang terjadi pada hari Minggu (5/1/2020).

Pria berinisial HS alias Andre ditetapkan sebagai tersangka tunggal dalam kasus pencurian dengan kerugian Rp25 juta tersebut.

Wakapolres Klaten, Kompol Zulfikar Iskandar, mewakili Kapolres AKBP Wiyono Eko Prasetyo mengatakan saat konferensi pers di Mapolres Klaten, Jumat (10/1/2020).

‎"Dari kejadian tersebut Reskrim Polres Klaten kemudian melakukan pengejaran dan pencarian serta penyelidikan terhadap pelaku pencurian," kata Kompol Zulfikar Iskandar.

Menurutnya, jajaran Satreskrim Polres Klaten sangat terbantu dengan adanya CCTV di tempat kejadian perkara.

Dari penyelidikan yang dilakukan tersebut mengarah kepada tersangka yang merupakan pedagang pakaian jadi di Kawasan Malioboro Jogjakarta.

"Modus tersangka adalah dengan cara masuk ke ruangan atau tempat dimana tersangka akan melakukan pencurian," katanya.

Menurut Kompol Zulfikar, barang bukti yang berhasil diamankan adalah uang tunai sebesar Rp20.500 dan pakaian grosir yang direncanakan akan dijual kembali.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Klaten AKP Andryansyah Rithas Hasibuan mengatakan, ‎tersangka merupakan residivis yang pernah ditangkap di Semarang.

Menurutnya, untuk di Klaten sendiri tersangka mengaku pernah melakukan pencurian di salah satu gereja di daerah Delanggu.

"Tersangka sekitar tiga tahun lalu pernah melakukan pencurian di Gereja daerah Delanggu. Namun saat itu tidak dilaporkan oleh korbannya," jelasnya.

Menurut AKP Andryansyah, sebelum beraksi, tersangka biasanya melakukan survei terlebih dahulu. "Biasanya dua minggu hingga tiga minggu sebelum tersangka beraksi," katanya.

Ia menambahkan, jika hari ibadah di gereja itu hari Minggu maka pelaku akan mulai ikut ibadah untuk sekalian survei lokasi.

Kasatreskrim mengatakan, tersangka mengaku belajar dari rekannya yang sudah berpengalaman di Bekasi.

"Memang sasarannya itu khusus tempat tinggal Romo. Karena tersangka beranggapan bahwa di situ pasti ada barang-barang berharga atau uang," jelasnya.

Pelaku dijerat Pasal 362 dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (cahyo)

TerPopuler