Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria Ditahan KPK

Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria Ditahan KPK

Jumat, 31 Januari 2020, 08:24
Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria. mengunakan rompi tahanan KPK. (foto detikcom)

Jakarta, Rakyatterkini - Bupati Solok Selatam Muzni Zakaria ditahan KPK dalam dugaan kasus suap pembangunan Masjid Agung Solok Selatan dan jembatan Ambayan. Dia ditahan untuk 20 hari pertama.

“Penyidik KPK melakukan penahan terhadap tersangka MZ, Bupati Solok Selatan,” kata Plt Jubir KPK Ali Fikri di Jakarta, Kamis (30/1). “Ditahan di Rutan KPK Kavling C1 (di Gedung C1 Jalan HR Rasuna Said),” imbuhnya.

Muzni keluar gedung KPK sekitar pukul 20.15. Muzni sudah memakai rompi tahanan dengan tangan diborgol.

Muzni tak banyak bicara mengenai penahanannya itu. Ia selalu mengucapkan terima kasih ketika dicecar pertanyaan “Terima kasih ya, ini baru pertama, terima kasih, terima kasih ya, saya terima kasih,” kata Muzni, dikutip detikcom.

Muzni Zakaria ditetapkan sebagai tersangka bersama Muhammad Yamin Kahar. Muzni diduga menerima suap Rp460 juta untuk proyek pembangunan jembatan Ambayan. KPK juga mengatakan ada dugaan aliran suap Rp315 juta terkait proyek Masjid Agung Solok Selatan yang diberikan Yamin kepada bawahan Muzni.

Suap itu diduga diberikan atas permintaan Muzni kepada Yamin. Muzni diduga memerintahkan bawahannya agar memenangkan perusahaan yang digunakan Yamin selaku kontraktor.

“Dalam proses penyelidikan di KPK, MZ telah menitipkan atau menyerahkan Rp440 juta pada KPK,” ucap Wakil Ketua KPK saat itu, Basaria Pandjaitan dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (7/5/2019).

Sebelumnya, KPK menahan tersangka kasus dugaan suap pembangunan Masjid Agung Solok Selatan dan jembatan Ambayan, Muhammad Yamin Kahar. Yamin ditahan untuk 20 hari pertama.

“Kami melakukan penahanan terhadap tersangka atas nama MY (Muhammad Yamin Kahar) tersangka yang itu pihak swasta yang diduga sebagai pemberi untuk perkara dugaan suap pengadaan barang dan jasa pembangunan masjid dan jembatan di Solok Selatan, Sumatera Barat,” kata Ali Fikri, Rabu (22/1). “Ditahan di Rutan KPK K4,” lanjut Ali. (*)

TerPopuler