Bupati Hendrajoni, Serahkan 3.800 Bibit Manggis di Kambang Utara

Bupati Hendrajoni, Serahkan 3.800 Bibit Manggis di Kambang Utara

Sabtu, 04 Januari 2020, 15:24
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni menanam bibit manggis di Nagari Kambang Utara. (foto ist)

Painan, Rakyatterkini - Bupati Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Hendrajoni, menyerahkan 3.800 batang bibit manggis kepada petani Nagari Kambang Utara, Kecamatan Lenggayang, Jumat (3/1).

Tak hanya itu, pada waktu yang sama, bupati melakukan penanaman perdana bibit manggis di Lubuak Sariak nagari setempat.

Hadir bersama bupati saat itu, Kepala Dinas Pangan Alvis Basir, serta sejumlah kepala perangkat daerah, Camat Lenggayang Zoni Eldo, Wali Nagari Kambang Utara Ul Sabri dan tokoh masyarakat setempat.

Bupati Hendrajoni, usai melakukan penanaman perdana mengemukakan, upaya masyarakat Nagari Kambang Utara, mengembangkan tanaman manggis sebagai komoditi unggulan diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

Untuk itu, lanjut bupati, masyarakat harus sungguh sungguh melakukan perawatan tanaman. Disamping itu, dinas terkait seperti pertanian juga harus melakukan pembinaan secara kontiniu kepada petani.

"Saya tidak ingin petani giat hanya pada saat melakukan penanaman, tapi setelah itu dibiarkan saja, sehingga bibit menjadi sia sia," kata bupati.

Kata Bupati Hendrajoni, sektor pertanian dan perkebunan  merupakan bagian dari prioritas pembangunan untuk meningkat perekonomian masyatakat Pesisir  Selatan.

Kepala Dinas Pangan Pesisir Selatan, Alvis Basir, menjelaskan, 3800 batang tersebut, 3500 batang  berasal dari bantuan Balai Penelitian Buah, Sumatera Barat, dan sisanya 300 batang dari Dinas Pangan Sumatera Barat.

Dikatakan, Nagari Kambang Utara merupakan nagari mandiri pangan Pesisir Selatan, yang memilih komoditi manggis sebagai produk unggulannya.

Sementara itu, Wali Nagari Kambang Utara, Ul Sabri mengungkapkan, masyarakat sudah sepakat untuk mengganti sawit dengan manggis dan durian.

"Semua sawit yang ada akan ditumbangkan dan diganti dengan manggis dan durian, "katanya.

Menurut Ul Sabri, kuatnya keinginan masyarakat mengganti sawit dengan alasan karena tanaman sawit diduga menyebabkan keringnya sumber air yang ada di Kambang Utara. (*)

Kontributor: Roni Prima

TerPopuler