Bunga Rafflesia Mekar di Pohon, Pertama Ditemukan di Agam

Bunga Rafflesia Mekar di Pohon, Pertama Ditemukan di Agam

Kamis, 23 Januari 2020, 14:21
Bunga Raflesia Arnoldi mekar di batang pohon. (foto antara)

Agam, Rakyatterkini - Bunga Rafflesia Arnoldi mekar sempurna di akar yang tergantung di pohon medang, dengan jarak 170 centimeter dari permukaan tanaj. Ditemukan di Jorong Data Simpang Dingin, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Agam, Sumatera Barat.

"Bunga rafflesia itu berada di pohon dan saat ini sudah mekar sempurna, "ujar Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Ade Putra di Lubuk Basung, Kamis (23/1) sebagaimana diwartakan Antara.

Ia mengatakan, bunga rafflesia yang mekar di pohon itu sangat langka dan pertama kali ditemukan di Agam.

Biasanya bunga yang dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistimnya hidup di atas tanah.

"Ini suatu keunikkan dan sebelumnya pengunjung kaget melihat kondisi itu dan berencana akan melihat apabila mekar nanti," katanya.

Ia mengatakan, bunga rafflesia itu bisa tumbuh di pohon karena inangnya berupa tumbuhan akar jenis tetrastigma yang melilit batang pohon medang sampai ke pucuknya. Kemudian bakal bunga tumbuh di antara akar yang melilit di batang pohon tersebut.

Di Data Simpang Dingin terdapat dua titik sebaran populasi bunga langka itu dengan jumlah knop 15 buah dan satu bulan lagi akan mekar.

Lokasi mekar bunga itu berjarak hanya 15 menit dari permukiman warga Data Aia Gadang, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan.

Untuk menuju lokasi, BKSDA telah memasang rambu-rambu penunjuk arah, papan informasi dan papan larangan.

Sebelumnya mekar dua knop atau bonggol bunga rafflesia secara bersamaan dengan jarak sekitar lima meter.

"Lokasi ini ditemukan pada 2018 lalu dan secara intensif mulai dilakukan pemantauan dan pengawasan oleh BKSDA," katanya.

Untuk lokasi Rafflesia Tuan-mudae yang berada di Cagar Alam Maninjau di Marambuang, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, telah ditutup untuk umum pasca mekar bunga itu pada awal 2020.

Ini dilakukan untuk pemulihan kondisi ekosistem alamnya, setelah banyaknya pengunjung yang datang ke lokasi itu. (*)

TerPopuler