Berenang di Pantai Gandoriah, Rombongan Wisata Asal Padang Meninggal Dunia

Berenang di Pantai Gandoriah, Rombongan Wisata Asal Padang Meninggal Dunia

Minggu, 12 Januari 2020, 20:53
Keluarga dan anak-anak korban. (foto ist)

Pariaman, Rakyatterkini - Satu orang dinyatakan meninggal dunia usai terseret ombak saat berwisata ke Pantai Gandoriah, Pariaman, Sumatera Barat, Minggu (12/1) sekitar pukul 11.15 WIB.

Korban diketahui berinisial MS (44), warga Pegambiran, Lubuk Begalung, Padang, yang meninggal dunia usai terseret sejauh 10 meter. Hal tersebut dibenarkan oleh Kalaksa BPBD Kota Pariaman, Azman.

Dijelaskan Azman, korban diketahui pergi dengan rombongan sebanyak 80 orang ke Pantai Gandoriah dengan menggunakan Kereta Api Sibinuang, Jurusan Padang-Pariaman.

"Korban pergi berombongan, informasinya kelompok bimbingan belajar (bimbel), mereka melakukan penutupan kegiatan di sini (Pariaman)," tutur Azman.

Azman mengatakan, selain satu orang meninggal dunia, juga ada korban lain yang ikut terseret ombak, mereka bernama Dina Aulia, 13 tahun. Dina Aulia sempat dilarikan ke RSUD Pariaman dan nyawanya berhasil diselamatkan. Sementara tiga orang lainnya yaitu, Siska Maharani, 8 tahun, Muhaimin Rafai, 5 tahun, dan, Kadifah Najuwa, 4 tahun.

"Untuk tiga orang tidak apa-apa. Anak-anak tersebut merupakan putra-putri dari korban yang meninggal. Saat kejadian, pengunjung pantai cukup ramai dan cuaca di sekitar lokasi kejadian bagus dan cerah," katanya.

Untuk mengevakuasi korban, BPBD Kota Pariaman menerjunkan sebanyak 12 orang ke lokasi kejadian. Pihaknya dibantu dari Dinas Perhubungan, Palang Merah Indonesia (PMI), Satpol PP, dan Dinas Pariwisata.

"Korban kita berangkatkan dengan menggunakan kendaraan milik Pemko Pariaman, semua pengunjung berjumlah 80 orang itu kita kembalikan ke Kota Padang," tuturnya.

Sebelumnya, peristiwa orang hanyut di perairan Pariaman juga terjadi pada 26 Oktober 2019 lalu. Satu orang tenaga pengajar dinyatakan tewas usai tenggelam di perairan Pantai Gandoriah dan Pulau Angso Duo, Pariaman, Sumbar.

Kejadian bermula disaat korban bernama Masyrida (45) tengah bertamasya ke Kota Pariaman beserta sejumlah guru lainnya yang mengajar di SMPN 1 Palupuh.

"Korban diduga tewas karena terlalu banyak meminum air laut dan juga gelombang yang cukup tinggi saat kejadian," kata Paramedis Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pariaman, Arfines Yustin.

Menurut informasi, kapal membawa 24 penumpang dan ketika mendekat ke pulau, tiba-tiba kapal tenggelam. Selain Masyrida, juga ada satu orang yang dilarikan ke Kota Padang dan satu orang lainnya yang mengalami kram dan nyeri pada perut saat bergelantungan.

Sementara itu, Petugas Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Pariaman, Rudi Yunus mengatakan, kejadian tersebut diperkirakan terjadi menjelang Ashar.

"Kapal tenggelamnya saat sudah dekat ke Pulau Angso Duo, sekitar 25 meter lah, namun musibah tak terelakkan, saat ini bangkai kapal sudah dibawa ke pinggir pantai dan masih diselidiki penyebab peristiwa tersebut," terangnya. (mdl)

TerPopuler