Ayah Kandung Aniaya Anak Hingga Tewas

Ayah Kandung Aniaya Anak Hingga Tewas

Selasa, 28 Januari 2020, 21:33
Vence Loppies, tersangka pembunuh anak kandung digiring petugas. (foto batje)

Maluku, Rakyatterkini.com - Seorang ayah di Ambon, Provinsi Maluku tega aniaya anaknya di bawah umur hingga tewas. Korban berumur tiga tahun, hanya gara-gara rewel saat hendak dimandikan, Vence Loppies menganiaya anaknya hingga tewas.

Peristiwa itu terjadi Senin (27/1) sekitar pukul 19.15 WIT di rumah pelaku kawasan Seilale Kecamatan Nusaniwe, Ambon.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Leo SN Simatupang kepada wartawan, Selasa (28/1) menjelaskan, perbuatan pelaku yang tega menganiaya darah dagingnya itu hanya gara-gara sang anak rewel dan tidak mau mandi.

“Dari pengakuan pelaku, ia tega aniaya bocah tiga tahun itu lantaran kesal korban rewel dan tidak mau mandi, sehingga korban digampar dan terjatuh,” jelas Simatupang.

Penyidik Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease saat ini masih menyelidiki kasus ini. “Kita masih menyelidikinya. Setidaknya masih kita dalami keterangan tersangka, saksi dan pihak rumah sakit,” kata Simatupang.

Akibat perbuatannya, pria 42 tahun itu dijerat dengan pasal 80 ayat 4 Undang-Undang Nomor: 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan pasal 338 KUHPidana.

Menurut Simatupang, hasil penyelidikan sementara, pelaku mengaku saat itu dalam pengaruh alkohol. Pelaku katanya hendak memandikan korban, saat dimandikan korban rewel membuat pelaku tidak tahan dan menganiayanya secara membabi buta.

"Dari pengakuan pelaku, saat itu sudah mengkonsumsi miras,” ujar Simatupang.
Diungkapkan, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Haulussy Kudamati Ambon, untuk mendapat perawatan intensif.

Namun sayangnya, karena kondisi luka parah membuat korban tidak bertahan dan menghembuskan nafas terakhir pada Selasa (28/1) dini hari.

“Korban meninggal sekitar pukul 01.00 WIT dini hari di RSUD Dr Haulussy Kudamati, Ambon. Keterangan pihak rumah sakit korban meninggal akibat luka di sekujur tubuhnya yakni luka gores pada pipi sebelah kanan, pipi sebelah kiri, luka pada dahi dan bagian tubuh lainnya,” beber Simatupang.

Pelaku sempat melarikan diri usai melakukan perbuatan tak berperikemanusiaan terhadap anak kandungnya itu. Tapi berdasarkan laporan keluarga korban, pelaku akhirnya berhasil diringkus pihak kepolisian di rumahnya, beberapa jam setelah kasus ini dilaporkan oleh nenek korban.

Simatupang menegaskan, pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dijebloskan ke rumah tahanan (Rutan) Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Untuk diketahui, kasus pembunuhan terhadap balita yang merupakan anak kandungnya sendiri  terkuak ketika dilaporkan oleh sang nenek korban, Johana Kappuw, Selasa (28/1) dini hari ke SPKT Polresta Ambon dengan Nomor: LP 83/I/2020/Maluku/Res Ambon. (batje)

TerPopuler