ASN di Lingkungan Adhyaksa Wajib Memahami Arti Penting Bela Negara -->

ASN di Lingkungan Adhyaksa Wajib Memahami Arti Penting Bela Negara

Selasa, 21 Januari 2020, 20:24
Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Heri Jerman, diwawancarai awak media. (foto ist)

Padang, Rakyatterkini - Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan adhyaksa, diperlukan untuk memahami arti penting dari sebuah bela negara. Pasalnya insan adyakasa sangat berpenting dalam membela negara.

"ASN wajib memahami dan melaksanakan apa yang menjadi fungsi dan manfaat tujuan bela negara. Semua ASN di Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) se Sumatra Barat (Sumbar), dapat melaksanakan tugasnya dengan baik," kata Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Heri Jerman, saat membuka kegiatan, bela negara sebagai jati diri insan adhyaksa dalam mewujudkan Indonesia, Selasa (21/1).

Saat ini banyak ancaman-ancaman yang masuk, baik bersifat fisik dan dalam bentuk global. "Tentunya ini mempengaruhi mental aparat kejaksaan maka dari itu, perlu pemahaman tentang bagaimana bisa menjalani bela negara, karena dalam UUD 1945  pada pasal 27 dan pasal 30, disebutkan hak dan wajib, melakukan pembelaan terhadap negara," tambahannya.

Lebih lanjut dijelaskan, target dari kegiatan tersebut agar seluruh ASN warga adhyaksa paham dan mengetahui serta melaksanakan unsur-unsur apa saja yang menjadi dari bela negara.

Sementara itu, Kantor Wilayah Kementerian Pertahanan Provinsi Sumbar, Kolonel Inf. Choirul Mustafa, yang sebagai narasumber menjelaskan, bela negara adalah sikap dan prilaku warga negara yang dijiwai oleh, kecintaanaya kepada negara kesatuan RI, berdasarkan pancasila, UUD 1945, dalam kelangsungan hidup bangsa dan negara seutuhnya.

Maka dari itu, tujuan dari bela negara adalah memelihara, memupuk, dan menjaga rasa persatuan bangsa secara terus menerus, sehingga timbul rasa kesadaran dan keiklasan menghormati simbol-simbol negara, menghormati hukum dan  HAM, pelayanan publik meningkat, dan kesejahteraan sosial meningkat.

Tak hanya itu, Kolonel Inf Choirul Mustafa, yang lahir di Malang pada 15 Agustus 1966, dan juga pernah bertugas di Camboja, Singapura, Australia, Timor-Timor dan NTT ini, menyampaikan perlunya menanamkan nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, toleransi, dan gotong royong.

"Mari kita semai tumbuhkan kembangkan kesadaran kebangsaan, dan semangat bela negara. Dalam menghadapi era global, untuk menjaga dan memelihara keutuhan, eksistensi, serta kejayaan NKRI," ujarnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran Kejati, Kepala kejaksaan Negeri, kasi intel, dan kepala cabang Kejaksaan se-Sumbar. (mdl)

TerPopuler