Emisi Gas Buang Tak Selalu dari BBM, Akademisi PNP Beberkan Sejumlah Faktor

Emisi Gas Buang Tak Selalu dari BBM, Akademisi PNP Beberkan Sejumlah Faktor

Selasa, 03 Desember 2019, 18:17
Petugas mencek emisi gas buang pada kendaraan. (foto ist)

Rakyatterkini (Padang) - Akademisi dari Politeknik Negeri Padang (PNP), Gusrialdi, menyebut sejumlah faktor tingginya gas buang emisi beberapa tahun belakangan ini.

Tak hanya pemilihan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM), pilihan berkendara masyarakat akan moda transportasi juga menjadi penentu.

"Sekarang ini banyak masyarakat yang memilih moda transportasi semacam ojek online, karena banyak yang ingin berangkat dari depan pintu, sampai juga demikian," kata Gusrialdi saat dihubungi rakyatterkini.com, Selasa (3/12).

Selain itu, sambungnya, kendaraan juga harus dilakukan perawatan secara berkala, termasuk kendaraan umum dan logistik, karena kendaraan umum dan logistik juga penyumbang polusi yang tinggi.

"Bagaimana dengan kendaraan pribadi? Kendaraan pribadi juga harus rajin dikontrol, karena ketergantungan masyarakat tinggi terhadap jenis kendaraan satu ini, alasannya adalah masyarakat belum puas dengan moda transportasi umum yang ada saat ini, karena keinginan masyarakat yang belum puas."

Jumlah kendaraan tiap tahun sebutnya selalu bertambah, dimana jumlah kendaraan bermotor setiap tahun di Indonesia meningkat 10 sampai 15 persen, dengan pertumbuhan panjang jalan hanya tiga persen.

Bahan Bakar Minyak (BBM) sambungnya lagi hanya sebagai akses pilihan masyarakat dalam berkendara karena 60 persen kebutuhan itu ada pada BBM. Faktor utama yang tak kalah penting adalah meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi selama beberapa tahun belakangan.

"Untuk gas buang dia ada standar dan limit untuk partikel-partikel yang dihasilkan kendaraan yang berbahan bakar dari fosil tersebut. Pemerintah mengusulkan penggunaan BBM dengan RON yang tinggi, seperti Pertalite dan Pertamax, hal ini selain agar subsidi tepat sasaran, tujuannya adalah untuk mengurangi polusi itu tadi," tuturnya.

Dirinya berharap pemerintah lebih memprioritaskan dalam permasalahan transportasi. Pasalnya, semakin banyak jumlah kendaraan juga berbanding kurus dengan emisi gas buang yang dihasilkan ke udara.

"Bahan bakar pribadi diarahkan ke Pertalite atau Pertamax, tentu ada latar belakangnya. Latar belakangnya untuk mengurangi kadar partikel dari masing-masing bahan bakar itu. Semakin panjang perjalanan maka semakin banyak pula polusi yang dihasilkan, belum lagi jika terjadi kecelakaan, berapa polusi yang dihasilkan dari kemacetan akibat peristiwa di jalanan, semua saling berkaitan," paparnya. (mdl)

TerPopuler