Tour de Singkarak, Sumbar Mampu Gandeng Daerah Tetangga

Tour de Singkarak, Sumbar Mampu Gandeng Daerah Tetangga

Minggu, 10 November 2019, 14:43
Pebalap menempuh tanjakan di ruas jalan Painan- Bungus Teluk Kabung, Padang, Minggu (10/11). (foto ist)

Rakyatterkini (Padang) - Pelaksanaan iven balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) 2019 diklaim mampu gandeng daerah tetangga oleh pemerintah provinsi (pemprov) Sumatera Barat (Sumbar). Itu ditandai dengan adanya lintasan balapan di luar wilayah Sumbar, yaitu Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Jambi.

"Gelaran TdS, bukan semata ajang balap sepeda dan wadah promosi kepariwisataan. Namun, juga menjadi ajang pembuktian kalau Sumatera Barat, mampu mengkoordinir penyelenggaraan iven berkelas internasional dengan jumlah tamu yang datang cukup banyak," kata Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Nasrul Abit, Minggu (10/11).

Untuk bisa menyelenggarakan iven tahunan berkelas internasional seperti TdS, kata Nasrul, bukanlah perkara gampang.

"Butuh perjuangan yang keras, berkali-kali kami harus menyakinkan Union Cycliste Internationale (UCI) yang tak lain adalah badan organisasi sepeda dunia, hingga akhirnya pada tahun 2009 silam, TdS berhasil diselenggarakan. Bahkan kini, sudah masuk dalam 100 kalender Wonderful Event Indonesia," paparnya.

Nasrul memastikan, iven TdS ditahun berikutnya, akan semakin baik lagi. Dari setiap temuan atau kelemahan TdS 2019, nanti akan dievaluasi total.

"Tujuannya, agar ke depan lebih baik lagi. Saya berharap semakin baik karena TdS harga diri Sumbar. Waktunya bagi kita untuk mempromosikan pariwisata Sumatera Barat ke tingkat dunia," ujarnya.

Senada dengan Nasrul Abit, Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) Sumbar, Hendri Agung Indrianto menyebut, selain berdampak secara ekonomi dan adanya peningkatan pariwisata, TdS memang merupakan kebanggaan Sumbar.

"Apakah ada iven sebesar TdS di Sumatera Barat yang telah berjalan 11 kali? Kan tidak ada. Sejak 2018 pula, iven ini sudah diserahkan oleh Kemenpar ke Pemprov Sumbar, dengan pelaksana Dispar Sumbar," ucapnya.

Dalam perjalanan pihaknya sanggup mengorganisir iven tersebut, mulai lintas sektor seperti Polri untuk pengamanan dan pengawalan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk kelayakan jalan, Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk kesehatan dan berbagai aspek lainnya.

"Pelaksanaan TdS di 14 daerah di Sumbar dan 2 di Jambi, kita sanggup menggerakkan (mobilisasi) 650-700 orang, dari satu etape ke etape lainnya, dari satu daerah ke daerah lainnya. Ini sesungguhnya berat, tapi krusial untuk menjaga nama baik Sumbar. Kita bandingkan dengan tour sepeda lainnya, jelas signifikan kita," pungkasnya. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler