Tanaman Tak Bisa Tumbuh Dibekas Tambang, Rumput Vetiver Jadi Solusi

Tanaman Tak Bisa Tumbuh Dibekas Tambang, Rumput Vetiver Jadi Solusi

Kamis, 07 November 2019, 21:32
Kepala BNPB, Doni Monardo meninjau bekas tambang di Dharmasraya. (foto ist)

Rakyatterkini (Dharmasraya) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo menuturkan banyak tanaman yang tidak bisa tumbuh di area bekas tambang karena dampak merkuri dari galian.

"Faktanya, banyak tanaman dan pohon yang sudah dicoba untuk ditanam di lokasi (bekas tambang) ini. Namun, sudah 12 tahun tidak ada satupun yang berhasil tumbuh," ucap Doni, Rabu (6/11) saat meninjau Bukit Mindawa, Kabupaten Dharmasraya.

Doni menyarankan kepada pemerintah kabupaten (pemkab) Dharmasraya agar tanah kembali subur dengan memberikan pupuk kompos dari kotoran sapi. BNPB juga akan membantu dengan tanaman vetiver dan aneka bibit pohon yang sesuai dengan kondisi tanah disana.

"Rumput vetiver merupakan sejenis rumput-rumputan berukuran besar dan memiliki banyak keistimewaan. Tanaman ini di Indonesia dikenal dengan nama akar wangi (Vetiveria zizanioides) dapat tumbuh di berbagai bentuk kondisi tanah seperti areal perbukitan, dataran rendah, daerah rawa dan bahkan pada areal bekas tambang," paparnya.

Pencemaran merkuri pada manusia akan berdampak pada tremor, gangguan  motorik, kekebalan tubuh, gangguan syaraf, ginjal dan paru-paru, serta iritasi kulit, mata dan saluran pencernaan.

Perempuan hamil terpapar merkuri akan melahirkan anak dengan kualitas intelijensi rendah.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menandatangani ndang-undang (UU) nomor 11 tahun 2017 tentang pengesahan Minamata Convention on Mercury (Konvensi Minamata Mengenai Merkuri).
Undang-undang tersebut dijadikan sebagai dasar hukum pengelolaan merkuri dan senyawa merkuri di wilayah NKRI, dan mengurangi atau mencegah gangguan kesehatan akibat pajanan atau paparan merkuri serta mengurangi beban dan kerugian negara dari kerusakan dan pencemaran lingkungan. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler