Ponpes Nurul Yakin Kukuhkan 44 Tuanku/Ustadzah, Leonardy Boyong Gubernur ke Ringan-ringan

Ponpes Nurul Yakin Kukuhkan 44 Tuanku/Ustadzah, Leonardy Boyong Gubernur ke Ringan-ringan

Rabu, 27 November 2019, 09:35
Pengukuhan gelar tuanku dan ustadzah di Ponpes Nurul Yakin Ringan-ringan. (foto zul)

Rakyatterkini (Pakandangan) – Tak sia-sia upaya Keluarga Besar Pesantren Nurul Yakin Ringan-ringan mendaulat H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP, MH sebagai Pembina Pondok Pesantren Nurul Yakin Ringan-ringan. Telah lama pesantren ini rindu dikunjungi gubernur, baru sekarang tercapai.

Leonardy Harmainy menyatakan kegembiraannya dengan kedatangan Gubernur Sumbar ke acara Tabligh Akbar, Maulid Nabi dan Pengukuhan Gelar 44 orang Tuanku/Ustadzah, pemberian ijazah lulusan tsanawiyah dan aliyah. Sebagai pembina, dia mengapresiasi kesediaan gubernur datang ke perhelatan yang dilaksanakan Pondok Pesantren Nurul Yakin.

“Dukungan Gubernur ini penting artinya bagi pengembangan pondok ke depannya. Kini saja, pondok sudah memiliki 17 cabang yang tersebar di Padang Pariaman, Padang, Tanah Datar, Bukittinggi, dan daerah lainnya di Sumbar,” ungkapnya, Selasa (26/11).

Leonardy berharap dengan kehadiran gubernur bisa memotivasi para keluarga besar pondok, khususnya santri punya keinginan menjadi kepala daerah seperti gubernur, bupati, walikota bahkan presiden. Tidak hanya menjadi tuanku yang diundang untuk memberikan tausiyah, membacakan doa atau memeriahkan maulid nabi saja.

“Saya tiap ada kesempatan ke pondok pesantren, hal ini selalu saya tekankan. Santri harus dimotivasi. Mereka harus ikut mewarnai kemajuan Indonesia di masa depan. Santri telah terbukti menjaga negeri, makanya kini ada Hari Santri Nasional,” tegasnya.

Leonardy menegaskan kedatangan gubernur memungkinkan pihak pondok pesantren dapat mengadukan langsung keperluan mereka kepada pemerintahnya. Kepada Gubernur, dilaporkan bagaimana Pondok yang didirikan oleh Syekh H. Ali Amran Hasan pada 1960 itu terpaksa menolak santri. Tindakan ini bertentangan dengan keinginan pendiri yang tak membolehkan pondok menolak santri.

Alasan penolakan itu sederhana. Pondok terpaksa menolak santri lantaran asrama yang dimiliki tidak memadai lagi kapasitasnya. Diakuinya, ada bantuan pemerintah pada 2012 lalu yang memberikan bantuan rusunawa. Bantuan itu senilai Rp5,64 miliar. Rusunawa itulah yang memungkinkan Nurul Yakin mampu menambah jumlah santri yang diterima. Hanya saja dua tahun belakangan penolakan santri harus juga terjadi.

Bukan hanya itu, Leonardy juga mengapresiasi dukungan Gubernur yang segera menanggapi keluhan pihak pondok dengan cara tinggal menunggu usulan dari pondok dan menyatakan siap memberikan rekomendasi terhadap usulan pondok untuk mendapatkan rusunawa baru harus diapresiasi.

Adanya dukungan Bupati Padang Pariaman dan Gubenur Sumbar makin memudahkan perjuangan ke tingkat Kementerian PUPR. Rekomendasi dari DPD RI dan DPR RI makin memperkuat dorongan untuk mendapatkan bantuan yang diharapkan oleh keluarga besar pondok itu.

Ketika menghadiri acara di Pesantren Nurul Yakin Ringan-ringan Gubernur Sumbar Prof. Dr. Irwan Prayitno telah menyatakan kedatangannya sebagai apresiasi terhadap upaya ulama dan keluarga besar Pesantren Nurul Yakin Ringan-ringan untuk membantu pemerintah. Pondok telah berbuat banyak di bidang pendidikan.

Keluhan yang disampaikan Tuanku Kerajaan Nan Sholeh ditanggapi serius oleh Gubernur. Datang banyak sementara yang diterima sedikit menandakan Nurul Yakin terkenal, digemari yang menjadi idaman dan harapan bagi para orang tua.  “Ini akan jadi perhatian bagi kami, Gubernur dan Bupati,” tegasnya.

“Kami telah berbincang dengan Pak Bupati dan Juga Pak Leonardy sebagai anggota DPD RI. Kita bakal upayakan rekomendasi dari gubernur, dari bupati dan DPD RI untuk menganggarkan ke APBN lewat Kementerian PUPR untuk pembangunan rusunawa. Kita tunggu proposalnya,” ungkap gubernur yang langsung disambut kumandang Alhambulillah dari para keluarga besar pondok dan orang tua santri. (*)

TerPopuler