Polda Sumbar Segel Pabrik SMS, Diduga Rugikan Konsumen

Polda Sumbar Segel Pabrik SMS, Diduga Rugikan Konsumen

Rabu, 06 November 2019, 23:00
Polda Sumbar segel gudang SMS di Padang. (foto ist)

Rakyatterkini (Padang) - Balai Besar Pengawasan Obat-obatan dan Makanan (BBPOM) Padang mengklaim telah memusnahkan label lama minuman mineral dengan merek dagang SMS beberapa bulan lalu.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BBPOM Padang, Martin Suhendri saat dihubungi melalui sambungan seluler, Rabu (6/11) malam.

"Yang kami lakukan pemusnahan adalah label lama yang mereka pergunakan dan juga izin edarnya sudah lama habis, dalam berita acara jelas bahwa itu sudah musnah," katanya.

Pihaknya melakukan pemusnahan terhadap merek dagang SMS lantaran masih mencantumkan nomor izin edar yang lama.

Namun Martin mengakui polisi telah berkoordinasi dengan pihaknya saat melakukan penyegelan terhadap pabrik minuman yang beralamat di Kabupaten Padang Pariaman tersebut.

"Sudah koordinasi dengan kami, namun kami belum tahu apa permasalahannya ini, apa mereka masih menggunakan merek lama atau tidak, tak tahu kalau mereka (SMS) menipu kami atau tidak," ucapnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sumbar melakukan penyegelan terhadap pabrik air kemasan mineral dengan merek dagang Sumber Minuman Sehat (SMS) yang diproduksi oleh PT Agrimitra Utama Persada pada Rabu (6/11) sore.

Penyegelan dilakukan di dua lokasi, yaitu di gudangnya yang berada di Kota Padang dan pabrik di Jalan Raya Padang-Bukittinggi, kilometer 51, Korong Tarok Kepala Ilalang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman.

"Penyegelan ini tindak lanjut kami terhadap laporan masyarakat yang menyebut bahwa SMS telah melakukan pelanggaran yang diduga dilakukan perusahaan SMS. Dari bukti lapangan ditemukan, berdasarkan di label kemasan air mineral SMS ini mencantumkan kalau sumber airnya berasal dari pegunungan Singgalang. Namun, realitanya, air tersebut berasal dari PDAM Padang Pariaman yang bersumber dari mata air Lubuk Bonta, Padang Pariaman," terang Direktur Reskrimsus Polda Sumbar, Kombes Juda Nusa Putra.

Pihaknya sebut Junta telah meminta keterangan dari Soehinto Sadikin selaku pemilik perusahaan minuman kemasan dengan warna hijau sebagai ikonnya tersebut.

"Selain itu, kami juga telah meminta keterangan ahli bahasa, terkait label yang dipakai di kemasan air mineral SMS. Ini penipuan publik. Selama ini masyarakat mengetahui kalau air ini berasal dari pegunungan, namun kenyataannya air PDAM. Diduga penipuan publik telah berjalan dari tahun 2003 lalu," ungkapnya.

Total produk yang disegel di gudang SMS yang berada di kawasan Pondok, Padang Barat, kemasan galon sebanyak 1.720, kemasan isi 1.500 mililiter sebanyak 480 dus, untuk isi 600 mililiter 1.372 dus dan isi 330 mililiter sebanyak 545 dus.

"Di dalam gudang ini, kita juga temukan sejumlah produk yang diberi merek lain, seperti Bank Nagari, dan beberapa perusahaan swasta, maupun hotel yang ada di Padang. Jadi untuk saat ini, kita segel semua, untuk pelengkapan berkas perkara," pungkasnya. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler