PLN Tegaskan Komitmen Hindari Plastik Sampah

PLN Tegaskan Komitmen Hindari Plastik Sampah

Minggu, 03 November 2019, 19:02
Manajer Umum PLN UIM Sumbar, Bambang Dwiyanto melepas peserta gerak jalan santai, Minggu (3/11). (foto ist)

Rakyatterkini (Padang) - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Barat (Sumbar) menegaskan komitmen mereka untuk menghindari penggunaan sampah plastik dalam kemasan makanan dan minuman.

Manajer Umum PLN UIW Sumbar, Bambang Dwiyanto pada kegiatan jalan santai bertajuk Green Fun Walk, Minggu (3/11) pagi mengatakan untuk mengurangi sampah yang lama hancur. "Satu plastik itu butuh waktu untuk terurai, kami ingin mengurangi penggunaannya juga untuk hidup yang lebih sehat," ujar Bambang.

Komitmen akan pelestarian lingkungan sudah menjadi tugas semua pihak. "Kami pun secara terus menerus berupaya memperkenalkan peralihan gaya hidup berlistrik dengan penggunaan kompor induksi dan motor listrik sebagai bagian dari kampanye peduli lingkungan hidup," tambah Bambang.

Dikutip dari laman Katadata, mulai 2020 pemerintah berencana menerapkan cukai plastik sebesar Rp200 per lembar atau Rp30 ribu per kilogram.

Kebijakan ini dinilai menjadi salah satu solusi untuk menekan volume sampah di Indonesia yang mencapai 64 juta ton per tahun.

Sekitar 15 persen dari volume sampah tersebut adalah sampah plastik. Sebagian dari sampah plastik terbawa hingga ke laut, mencemari dan membahayakan kehidupan makhluk hidup dan ekosistem laut.

Sehingga, perang terhadap plastik digemakan oleh para aktivis lingkungan hidup maupun pemerintah.

Pelaku usaha daur ulang plastik telah menyampaikan keberatan mereka terhadap kebijakan tersebut, seperti dikatakan oleh Wakil Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) Justin Wiganda.

Menurutnya, kebijakan cukai plastik dinilai tidak akan efektif menuntaskan masalah sampah plastik di Indonesia jika tidak dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat dan manajemen sampah yang efektif.

Pemerintah beralasan yang dikenakan cukai adalah single use plastic. Di Indonesia, biasanya kantong plastik setelah digunakan untuk wadah barang belanjaan digunakan lagi untuk kantong sampah.

Ada pengalihan isu antara plastik yang menjadi wadah dengan sampah yang sebenarnya. Komposisi terbesar sampah di Indonesia adalah sampah organik, sekitar 60 persen berdasar data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Masyarakat tambahnya hanya mengetahui sampah plastik itu kantong plastik, botol plastik, dan sedotan.

Padahal, ada juga plastik kemasan lainnya, seperti yang digunakan untuk kantong minyak goreng. Penggunaan plastik kemasan di Indonesia mencapai 40 persen sedangkan kantong plastik hanya enam dari total sampah plastik. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler