Permasalahan Kerjasama Manajemen, Ratusan Penumpang Sriwijaya Air Terlunta-lunta

Permasalahan Kerjasama Manajemen, Ratusan Penumpang Sriwijaya Air Terlunta-lunta

Kamis, 07 November 2019, 15:59
Ratusan penumpang Sriwijaya Air tertunda keberangkatannya di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang. (foto ist)

Rakyatterkini (Padang Pariaman) - Akibat perjanjian kerjasama manajemen antara maskapai Sriwijaya dengan Garuda Indonesia yang tidak menemui titik temu, ratusan penumpang Sriwijaya Air di sejumlah wilayah di Indonesia terlunta-lunta karena penundaan dan pembatalan keberangkatan.

Tak terkecuali di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Menurut Branch Manager Sriwijaya Air Padang, Abdul Rahim, penundaan terjadi lantaran mendapatkan instruksi mendadak pada Kamis (7/11) sekitar pukul 00.00 WIB bahwa pihak Ground Handling untuk tidak melayani pihaknya.

"Kita pesawat ada dan layak terbang, kru ada. Hanya saja ini kerjasama manajemen yang menyangkut pelayanan dan pembagian pekerjaan yang saya tidak bisa jelaskan. Permasalahan utama adalah kita tidak didukung oleh dana untuk menangani regulasi tersebut, karena tidak ada kiriman dana operasional hari ini," tuturnya.

Disebut Abdul Rahim, total 96 penumpang yang mengalami penundaan keberangkatan pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Sebagai bentuk permohonan maaf, pihaknya melakukan pengembalian uang tiket calon penumpang dan kompensasi bagi yang tetap melanjutkan perjalanan.

"Namun pengembalian uang ini tidak bisa langsung dilakukan, semua by system, paling cepat 15 hari kerja. Yang melakukan pengembalian uang itu sebanyak 40 dari total 96 orang berangkat. Untuk yang berangkat pada Kamis (7/11) sore sekitar pukul 17.00 WIB, itu kita kasih kompensasi berupa voucher senilai Rp300 ribu, makan dua kali waktu dan mereka tetap terbang sebanyak 130 orang itu, namun kita tunda hingga pukul 22.00 WIB," paparnya.

Mantan Direktur Manajer Sriwijaya Air Bengkulu tersebut menjamin bahwa penerbangan Sriwijaya Air akan kembali normal pada Jumat (8/11). Pihaknya juga meminta maaf atas keterlambatan penumpang.

"Semoga secepatnya ketok palu-lah antara pemegang saham di jajaran atas, karena kita kasihan juga terhadap penumpang. Dengan kejadian ini kita memaksimalkan saja maskapai yang ada, karena beberapa yang dari Padang ada juga transit menuju daerah lain, namun terbanyak tetap ke Jakarta," ujarnya. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler