Perambahan Hutan Lindung Marak di Pasaman Barat

Perambahan Hutan Lindung Marak di Pasaman Barat

Selasa, 05 November 2019, 13:54
Polisi kehutanan menemukan kayu besar berkualitas tinggi akibat perambahan hutan di  kawasan Bukit Gunung Campo, Pasaman Barat (foto ist)

Rakyatterkini (Pasbar) - Perambahan hutan lindung secara liar marak di Talamau, Kabupaten Pasaman Barat. Jika ini terus berlanjut akan menghabiskan hutan dan sumber penyimpanan air.
Dampaknya bahaya banjir bandang atau galodo bisa menanti.

Kegiatan illegal loging tersebut, ditemukan oleh polisi kehutanan di Gunung Talamau beberapa waktu lalu. Kayu siap untuk diolah tersebut terindikasi dilakukan ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.

Menurut Polhut Afrizal dugaan ilegal loging tersebut ditemukan oleh petugas kehutanan di Gunung Talamau 15 km jaraknya dari lokasi masyarakat. Di Bukik Gunung Campo kayu tersebut ditemukan oleh petugas setelah adanya laporan dari masyarakat dengan nilai jutaan rupiah.

"Kami menemukan kayu banio yang siap untuk diolah dan dibawa oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Diprediksi harga kayu tersebut puluhan juta rupiah malah sampai ratusan juta rupiah," papar Afrizal.

Ia melanjutkan, kayu siap olah tersebut akan digunakan oleh oknum untuk berbagai keperluan. "Biasanya di antar ke sawmil. Namun, kami akan selidiki lebih lanjut, rencanaya hari ini Selasa (5/11) Polisi Hutan Provinsi akan turun ke lokasi dan akan berkoordinasi dengan Polres Pasbar," papar Afrizal.

Inilah kayu besar akibat penebangan liar. (foto ist)

Bukik Harimau Campo di Gunung Talamau tersebut termasuk ke dalam kategori hutan lindung. Total hutan lindung di Pasbar mencapai 30 ribu ha.

"Jika hutan ini terus digarap maka akan mengakibatkan berbagai dampak bagi masyarakat. Seperti banjir, longsong yang pasti kita akan merasakan akibatnya," katanya.

Kawasan hutan Pasbar saat ini yang rentan dengan ilegal logging adalah Talamau, Paraman, Aia Bangih. Pihaknya terus meminta masyarakat agar memantau kondisi hutan lindung tersebut. Jika ada yang mencurigakan segera laporkan kepada pihak yang berwenang.

"Jika ada masyarakat yang ingin membawa kayunya dari wilayah sendiri seperti Surian, mahoni, jati diharapkan untuk mencantumkan kepemimpinan kayu tersebut. Bisa mencantumkan surat tanah, atau surat pernyataan bahwa kayu tersebut milik mereka," katas Afrizal.

Kapolres Pasaman Barat, AKBP Fery Herlambang ketika dikonfirmasi mengakui belum mengetahui adanya ilegal logging, di kaki Gunung Talamau tersebut, tetapi jika ditemukan pihaknya akan komit untuk melakukan penegakkan hukum ilegal logging di Pasaman Barat.

"Insya Alllah kita akan melakukan penyelidikan terhadap ilegal logging di Pasaman Barat," tukas Kapolres. (js)

TerPopuler