Penutupan TdS di Padang, Bule Australia Ini Miliki Kans Kunci Gelar Juara Umum

Penutupan TdS di Padang, Bule Australia Ini Miliki Kans Kunci Gelar Juara Umum

Sabtu, 09 November 2019, 19:57
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni foto bersama pebalap setelah menyerahkan hadiah juara pertama, kedua dan ketiga setelah finis di Painan, Sabtu (9/11). (foto ist)

Rakyatterkini (Pesisir Selatan) - Pebalap Sapura Cycling Team, Jesse Ewart berpotensi menjadi juara umum dalam iven balapan sepeda skala internasional, Tour de Singkarak, edisi ke-11 2019. Sebab, pria berdarah Australia tersebut nyaris tak tergoyahkan dari papan klasemen dalam etape demi etape.

Terbaru, dirinya berhasil kembali naik podium kembali di etape delapan yang dimulai dari Lapangan Merdeka, Kota Sungai Penuh, Jambi dan berakhir di Alun-alun Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar).

Meski hanya menempati urutan ketiga pada etape tersebut, Jesse berhasil membukukan catatan waktu sejak etape satu yaitu, 31 jam, 49 menit dan 18 detik.

Ewart punya kans besar menyegel gelar juara umum iven sport tourism Tour de Singkarak (TdS) ke 11 untuk kategori Individual General Classification BY Time.

Sementara rekan setim Ewart yakni Cristian Raileanu yang pada etape sebelumnya hanya terpaut enam detik, kian tertinggal. Selisih waktu Raileanu terpaut cukup jauh dari Ewart yakni 1 menit 43 detik. Disusul Golakhour Mirsamad Pourseyedi dari Omidnia Marshhad Team dengan total waktu 31 jam 53 menit 21 detik.

Podium juara umum bagi Ewart tinggal selangkah lagi. Ewart hanya perlu menjaga ritme balapan dan catatan waktu pada etape terakhir yang akan dihelat pada Minggu (10/11). Jika tetap konsisten, maka Ewart bakal mengukuhkan dirinya sebagai juara umum TdS 2019.

Selain semakin dekat dengan gelar juara umum, Ewart kembali membuktikan dirinya merupakan pembalap yang tercepat untuk ketegori Best Sprinter’s Classification dengan total 76 poin. Disusul Novardianto Jamalidin dengan 51 poin diurutan kedua dan Cristian Raileanu dengan 47 poin.

"Rute ini cukup menantang. Tapi indah. Saya tetap akan mempertahankan Yellow Jersey. Saya lega karena sudah delapan etape yang dilewati," katanya usai balapan.

Pada etape pemungkas ini, selain Ewart, pembalap Indonesia dari PGN Road Cycling Team atas nama Novardianto Jamalidin, berhasil memperbaiki rekor.

Tampil konsisten sejak garis awal, Novardianto berhasil menjadi yang terdepan dengan catatan waktu 5 jam 4 menit 46 detik. Disusul urutan kedua pebalap dari 7Eleven Cliqq-Air21 BY Roadbike Philippines dengan waktu yang sama dan, Jesse Ewart di urutan ketiga dengan catatan waktu 5 jam 5 menit 56 detik.

Sementara untuk kategori Stage Team Classification, PGN Road Cycling Team masih kokoh diurutan pertama dengan total waktu 15 jam 17 menit 48 detik. Selisih 1 menit 22 detik dari KFC Cycling Team diurutan kedua dan Banyuwangi Road Cycling Community dengan selisih 1 menit 39 detik di urutan ketiga.

Untuk kategori Team General Classification, berada di urutan pertama yakni Sapura Cycling Team dengan total waktu 95 jam 42 menit 41 detik, selisih 3 menit 57 detik dari PGN Road Cycling Team diurutan ketiga dan 8 menit 50 detik dari Go For Gold Pilippines di urutan ketiga.

Sebelumnya, sebanyak 74 pebalap tersisa, Sabtu pagi tadi, menjajal lintasan pada etape kedelapan iven sport tourism TdS dengan panjang lintasan 212.9 kilometer. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler