Pengabdian Masyarakat Prodi Biologi FMIPA Unand, Barang Bekas Jadi Produk Bernilai Tinggi

Pengabdian Masyarakat Prodi Biologi FMIPA Unand, Barang Bekas Jadi Produk Bernilai Tinggi

Kamis, 21 November 2019, 16:30
Ketua Pengabdian Masyarakat Prodi Biologi FMIPA Unand melakukan pengabdian di Aie Dingin, Lubuk Minturun, Padang, Kamis (21/11). (foto ist)

Rakyatterkini (Padang) - Dosen dan staf pengajar Biologi, Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas (Unand) melakukan pengabdian masyarakat di kawasan Air Dingin, Lubuk Minturun, Padang, Kamis (21/11).

Dalam pengabdian yang bertempat di SD 57 kawasan TPA Aie Dingin dihadiri orangtua murid dan komunitas pemulung, dengan mengangkat dua topik, yakni pemanfaatan barang bekas menjadi produk bernilai tinggi dan edukasi kesehatan dalam mengurangi resiko deman berdarah dan pengenalan tanaman anti nyamuk.

"Pengabdian di Aie Dingin ini mengangkat dua topik, yakni barang bekas menjadi produk bernilai tinggi dan edukasi kesehatan dalam mengurangi resiko demam berdarah, "ujar Ketua Pengabdian, Dr. Resti Rahayu, di lokasi, Kamis (21/11).

Dikatakan, untuk proses timbul penyakit DBD diawali dengan demam tinggi mendadak, sakit kepala berat, nyeri persendian dan otot, mual, muntah dan timbul ruam. Ruam ini biasanya terdapat pada dada, tubuh dan perut.

Secara kimia, percegahan deman berdarah dapat diatasi dengan fogging atau pengasapan pada jam aktif nyamuk serta tidak ada angin kuat, obat anti nyamuk serta penaburan bubuk abate pada bak mandi dan tempat penampungan air.

Masyarakat binaan mempraktekkan cara membuat kotak tisu dari kertas koran bekas.
Sedangkan secara mekanisme melakukan gerakan 3 M, menguras bak mandi, menututup rapat-rapat serta menguburkan barang-barang bekas.

Selain itu masyarakat harus rajin membersihkan lingkungan, vas bunga, wadah minuman burung, pasang kelambu serta memasang kawat nyamuk di ventilasi serta tidak membiarkan air tergenang.

Yang terpenting lainnya, warga mesti menyediakan tanaman pengusir nyamuk, di antaranya, zodia, lantana camara, selasih, geranium, lavender dan serai. Tanaman itu dapat diletakan pada aliran udara, seperti ventilasi dan jendela. Selain itu sudut-sudut ruangan atau tempat nyamuk bersembunyi.

Sementara itu, untuk barang bekas menjadi produk bernilai tinggi dapat memanfaatkan kertas koran dan botol minuman keras. Kertas koran bekas bisa dibuatkan kotak tisu, vas bungga dan lainnya. Untuk pembuatan kotak tisu dari kertas koran telah diajarkan, dan sekarang warga mempraktekkannya.

"Pada kegiatan iptek berbasis dosen dan masyarakat itu, tim menyedikan kertas koran bekas dan kotak dan dilapisi dengan kertas korban yang sudah dibentuk. Begitu juga kegiatan iptek berbasis program studi dan nagari binaan, kami melakukan edukasi kesehatan dalam mengurangi resiko deman berdarah, "kata Resti Rahayu. (gp)

TerPopuler