Penderita Bibir Sumbing yang Tidak Memiliki Gusi itu Akhirnya Dapat Bantuan

Penderita Bibir Sumbing yang Tidak Memiliki Gusi itu Akhirnya Dapat Bantuan

Rabu, 13 November 2019, 21:37
Anggota DPRD Sumbar, Donizar membantu Rindi Mariani, penderita penyakit bibir sumbing yang tidak memiliki gusi. (foto erwan)

Rakyatterkini (Pasaman) - Gadis belia penderita penyakit Labio Plato Genato Shisis komplek (Bibir sumbing yang tidak memiliki gusi) sejak lahir itu, kini memiliki kesempatan untuk hidup lebih baik seperti anak lainnya.

Rindi Mariani namanya, anak pasangan suami istri Anasril dan Rinam dari Jorong Benai Nagari Muaro Tais, Kabupaten Pasaman. Diusianya yang telah memasuki 6 tahun 4 bulan, Rindi masih di gendong ibunya karena belum bisa berdiri untuk bermain dan berjalan layaknya anak seusianya, bahkan sampai sekarang ia hanya memiliki bobot tubuh seberat 7 kg.

Harapan Anasril untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang lebih baik untuk anaknya, akhirnya datang jua lewat uluran tangan Donizar, anggota DPRD Provinsi Sumbar periode 2019-2024 dari fraksi PKB.

Air mata Anasril dan Rinam akhirnya menetes saat Donizar meminta persetujuannya, serta memohon izin ninik mamak untuk membawa ia dan Rindi anaknya berobat ke Bukittinggi, dengan janji tidak perlu memikirkan masalah biaya yang timbul nantinya.

Saat dikonfirmasi, Donizar menuturkan saat berkoordinasi dengan RS. Achmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi ia sudah menceritakan semua keadaan Rindi lewat sambungan telefon.

"Dari hasil koordinasi kami, sekilas pihak RSAM telah memberikan gambaran belum memungkinkanya untuk dilakukan operasi, apakah fisik Rindi memungkinkan untuk langsung di operasi, atau dilakukan perbaikan gizi dulu sebelumnya, semua kita serahkan pada pihak RSAM, ungkapnya.

Donizar mengatakan ada dua anak untuk bawa ke RSAM, pertama Rindi dan yang kedua Rahmayani (5 th), anak dari keluarga kurang mampu dari Jorong Soma, Nagari Persiapan Muara Tais Kubu Godang penderita Gingifa di tulang rahangnya, sehingga  tidak bisa mengatupkan rahang atas dan rahang bawahnya.

"Kedua anak ini kita jumpai pertama kali saat kampanye pileg dulu, yang mana pada saat itu kita mencari dari kampung ke kampung mereka yang Lansia, disabilitas dan anak yatim untuk dibantu. Membantu untuk memfasilitasi pengobatan anak ini memang sudah menjadi nazar saya, namun baru sekarang bisa saya tunaikan," ungkapnya.

Dia berharap para stakeholder, mulai dari pemerintahan terbawah hingga ke atas agar turut pro aktif dan bersinergi membantu mereka yang membutuhkan uluran tangan, kata Donizar yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi ini.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Puskesmas Pintu Padang Lidia Roza menerangkan Rindi sudah pernah dibawa ke RSU Lubuk Sikaping saat berusia 5 bulan, namun dengan alasan usia yang belum cukup belum bisa diambil tindakan untuk di operasi.

"Pihak Puskesmas juga rutin memberikan asupan gizi berupa susu bubuk dan roti, namun karena kurangya pengawasan orang tua terhadap Rindi menambah parah keadaannya, terang Lidia Roza.

Tekhnisnya, Rindi akan dirujuk ke RSAM Bukittinggi dan dirawat inapkan di sana untuk perbaikan gizi, kemudian baru dirujuk lagi ke RS M. Jamil di Padang untuk dilakukan bedah plastik yang belum tersedia di RSAM, tutupnya. (St.M)

TerPopuler