Parasitologi dan IKM FK Unand Implementasikan Alat Perangkap Jentik di Rumah Warga

Parasitologi dan IKM FK Unand Implementasikan Alat Perangkap Jentik di Rumah Warga

Minggu, 17 November 2019, 06:39
Tim pengabdian masyarakat bidang Parasitologi dan IKM FK Unand yang diketuai Dr. Hasmiwati, M.Kes foto bersama kader dan bundo pemantau jentik saat melakukan implementasi di rumah warga, Kelurahan Purus, Padang, Sabtu (16/11). (foto ist)

Rakyatterkini (Padang) - Parasitologi dan IKM Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Andalas (Unand) Padang bersama kader dan bundo pemantau jentik implementasikan alat perangkap jentik di rumah warga, Purus, Padang Barat, Sabtu (16/11).

Ketua Pengabdian Masyarakat Bidang Parasitologi dan IKM, Fakultas Kedokteran Unand, Dr. Hasmiwati, M.Kes, menuturkan alat perangkap jentik (larvitrap) itu telah diajarkan pembuatannya pada kader dan bundo pemantau jentik sebulan yang lalu.

Kini, tim bersama kader melakukan implementasi di beberapa rumah rumah warga Kelurahan Purus.
Larvitrap ini akan mencegah perkembangan jentik untuk menjadi dewasa, sehingga akan mengurangi jumlah nyamuk yang akan menularkan virus dengue pada manusia.

Untuk mengetahui perubahan penurunan jumlah jentik nyamuk di rumah warga dilakukan survey jentik sebelum pemasangan perangkap dan satu bulan kemudian di survey kembali untuk mengetahui keberadaan jentik.

Dikatakan, Tim Pengabdian Masyarakat Parasitologi dan IKM Unand berharap alat perangkap ini dapat menggantikan insektisida kimia yang digunakan untuk membunuh nyamuk seperti abate dan obat nyamuk semprot lainnya.

Larvitrap juga bisa diletakan di ruang tamu. (foto ist)

Sebab, nyamuk sudah kebal, apapun nama obat pembasmi tidak akan menpan lagi. Begitu juga fogging juga tidak ampuh lagi.

Dengan adanya alat perangkap ini, kasus DBD dapat ditekan seminimal mungkin, baik di Kelurahan Purus secara khusus maupun Kota Padang secara umum. Alat ini juga dapat membantu program pemerintah (dinas kesehatan) yakni gerakan satu rumah satu jumantik.

"Kita berharap perangkap ini dapat mengantikan insektisida kimia, seperti abate dan obat nyamuk semprot, "kata Hasmiwati.

Sebelumnya, tim pengabdian masyarakat bidang Parasitologi dan IKM FK telah mengajarkan pada kader dan bundo pemantau jentik cara membuat larvitrap, ovitrap dan funnel trap.

Ketiga metode itu diajarkan pada masyarakat Purus untuk membuatnya melalui workshop. Kegiatan itu diikuti kader, bundo pemantau jentik dan masyarakat umum. Caranya sangat sederhana, tapi ampuh untuk mengatasi perkembangan jentik nyamuk. "Ini salah satu upaya pencegahan perkembangan nyamuk dengan inovasi baru dan sederhana, "ujar Dr. Hasmiwati, M.Kes.

Tim pengabdian masyarakat mencek jentik. (foto ist)

Sebelumnya juga telah digelar pelatihan pembuatan dan pemasangan ovitrap, larvitrap dan funnel trap, bertempat di Kantor Lurah Purus, dihadiri Lurah Purus, Fajri Rahmad Ersya, ketua LPM dan ketua RT RW se-Kelurahan Purus.

Ketiga metode yang diajarkan pembuatannya itu diletakan di lokasi gelap, seperti dekat kamar mandi, ruang tamu, kamar tidur dan sumur. Ketiga alat (perangkap) ini bisa dibuat menggunakan peralatan bekas, seperti botol gelas mineral. Namun, alat itu harus dihitamkan, karena nyamuk suka warna gelap.

Sedangkan funnel trap khusus untuk sumur dan ampuh untuk mengangkat larva nyamuk yang berkembang di sumur.

Program pengabdian tersebut merupakan alih teknologi melalui edukasi masyarakat. Metode ini telah terbukti menurunkan penyebaran penyakit deman berdarah. "Program ini penting dilakukan, karena hasil penelitian terakhir menunjukan bahwa nyamuk aedes aegypti di 11 kecamatan di Kota Padang telah resisten salah satunya di Purus, "ujar Hasmiwati. (gp)

TerPopuler